Tampilkan postingan dengan label Kegiatan BGM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan BGM. Tampilkan semua postingan
Pelaksanaan Mini Seminar "Menemukan Minat dan Passion Agar Sukses Dalam Berkarir Dan Berbisnis"
18.38
Kegiatan BGM, training
Bina Grahita Mandiri telah sukses melaksanakan kegiatan mini seminar dengan tema "Menemukan Minat dan Passion Agar Sukses Dalam Berkarir Dan Berbisnis". Mini seminar ini telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 Nopember dengan Narasumber Nur Agustinus, S.Psi., M.Si.
Banyak nasihat yang mengatakan bahwa
bekerjalah sesuai passion yang kita miliki. Steve Jobs juga mengatakan,
“satu-satunya jalan untuk menghasilkan karya hebat adalah dengan
mencintai apa yang Anda kerjakan.” Anda harus menemukan apa yang Anda cintai.
Konghucu juga mengemukakan, “Pilihlah pekerjaan yang kamu cintai dan
kamu tidak akan pernah merasa harus bekerja seumur hidupmu.” Nampaknya,
passion telah menjadi sebuah kunci utama dalam bekerja. Tapi, ada juga
yang berpendapat sinis terhadap passion. Untuk apa harus mengikuti
passion? Yang penting adalah kerja dan segera action. Namun Mike Rowe mengatakan: “Jangan hanya Follow Your Passion, tapi hiduplah di dalamnya.”Memang, tidak semua orang berhasil menemukan passion yang dimilikinya. Apakah passion itu sebenarnya? Banyak orang mengartikan passion ini secara berbeda-beda. Ada yang menyebutkan bahwa passion adalah hobby yang menghasilkan. Passion adalah kombinasi antara kenikmatan, makna dan perasaan. Yang lain mengatakan passion adalah aktivitas yang paling kita cintai. Sementara ada juga yang menjelaskan passion adalah di mana kita akan mengorbankan segala hal untuk mencapai itu.
Menurut pandangan saya, passion adalah sesuatu yang membuat kita bergairah untuk melakukannya, memikirkan terus menerus dan mempunyai sebuah kekuatan emosional yang luar biasa. Dengan banyaknya pengertian tentang passion ini, orang sering mencampuradukkan antara passion dengan hobby. Ya, memang hobby adalah sebuah aktivitas yang kita sukai. Tapi seringkali kita terperangkap bila memaknai passion itu sama dengan hobby. Penting untuk disadari bahwa passion tidak sama dengan hobby. Lalu apa bedanya?
Hobby adalah kegiatan yang kita sukai dan dilakukan diwaktu senggang kita. Misalnya, saya punya hobby membaca, maka kegiatan membaca itu saya lakukan ketika saya memiliki waktu luang. Contoh lain, ada yang punya hobby berenang, mendagi gunung, menonton film, atau bermain musik. Nah apa bedanya dengan passion? Passion tidak dilakukan di waktu luang. Passion dilakukan terus menerus, tanpa henti mengusik pikiran kita akan hal tersebut. Jika Anda punya passion terhadap sesuatu, maka Anda akan memikirkannya siang dan malam. Anda akan melakukannya tanpa kenal lelah. Contoh yang sederhana, kalau Anda gandrung (cinta) dengan kekasih Anda, maka Anda juga akan memikirkannya terus dan tak mungkin merasa lelah ketika diminta untuk mendampinginya. Inilah bedanya dengan hobby. Hobby dilakukan di waktu senggang, sementara passion itu totalitas.
Persoalan yang
sering dihadapi, jika passion itu membuat kita selalu memikirkannya,
sementara dalam kehidupan sehari-hari kita tersibukkan oleh pekerjaan
kita, maka lama kelamaan kita tidak ingat lagi apa yang menjadi passion
kita. Kita akan bekerja sesuai tuntutan pekerjaan dan jika ada waktu
luang, entar saat weekend, kita baru melakukan apa yang menjadi hobby
kita, bukan passion kita.
Barangkali karena
itu, ada orang yang kemudian merasa bahwa ajakan untuk mengikuti passion
itu adalah sesuatu yang percuma. Memang, tidak mudah menemukan passion
kita. Tidak mudah kita mencari apa yang membuat kita sangat jatuh cinta
terhadap sesuatu. Yang terjadi adalah banyak yang kemudian mengira
hobbynya adalah passionnya. Ketika itu kemudian menjadi pilihannya untuk
bekerja atau berwirausaha, maka akan banyak masalah yang dihadapi.
Ingat, hobby hanya sekedar dilakukan di waktu senggang. Belum tentu itu
menarik jika dilakukan terus menerus. Hobby itu bersifat menyenangkan,
passion belum tentu selalu menyenangkan karena passion membuat kita
harus berjuang keras untuk melakukannya. Tapi, dengan passion, kita
melakukannya tanpa merasa terpaksa. Ingat, dalam bahasa Inggris kuno, kata passion itu berarti penderitaan (suffering). Nah, lalu apa yang harus kita lakukan? Kalau kita menyadari perbedaan antara hobby, minat dan passion, maka saran yang harus diingat adalah: ketika kita mencari passion kita, itu bukanlah menemukan apa yang kita sukai, namun melainkan di hal apa Anda siap menderita untuk terus melakukannya. Di sinilah akan muncul determinasi dengan sendirinya. Hobby tidak akan memunculkan determinasi. Anda akan menemukan passion Anda, ketika Anda ingin melakukan hal itu dan terus menerus Anda tetap usahakan untuk lakukan. Tak peduli apa rintangannya, Anda akan tetap berusaha dan selalu berusaha mengerjakannya. Kalau Anda sudah menyerah, barangkali itu bisa menjadi tanda bahwa itu bukan passion Anda yang sebenarnya. (nur agustinus)
Mini Seminar "Meningkatkan Daya Ingat"
18.11
Kegiatan BGM, training
Pada masa dewasa ini sering dijumpai orang berkata lupa untuk suatu
pekerjaan yang harus dikerjakannya. Atau juga orang sering lupa atas apa
informasi yang didapatnya. Dan bahkan seorang pelajar bisa lupa materi
yang dipelajarinya kemarin ketika ditanya oleh gurunya hari ini. Apakah
sebenernya penyebab kita menjadi pelupa? Lalu bagaimana teknik meningkatkan daya ingat agar ingatan kita lebih efektif?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut Bina Grahita Mandiri akan mengadakan mini seminar yang bertemakan "Teknik Meningkatkan Daya Ingat" dengan narasumber Susi Srinikusuma, S.Psi.
Acara akan dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Nopember 2015 jam 13.00-16.00 di Bina Grahita Mandiri Jl. Krembangan Barat 31 Surabaya.
Acara Mini Seminar "Kiat Menghadapi Wawancara"
19.25
Kegiatan BGM, training
Bina Grahita Mandiri telah sukses melaksanakan mini seminar pada hari Jumat, 6 Nopember 2015 dengan tema "Kiat Menghadapi Wawancara". Narasumber dari mini seminar ini adalah Susi Srini Sukma S.Psi.
Tujuan dari mini seminar ini sebagai berikut
Tujuan dari mini seminar ini sebagai berikut
- Mengetahui penyebab kegagalan pada saat sesi wawancara
- Mengetahui persiapan yang perlu dilakukan ketika menghadapi wawancara
Wawancara kerja merupakan salah satu proses penting dalam melakukan rekrutmen dan seleksi karyawan.
Pada saat wawancara kerja, anda memiliki kesempatan untuk mengenal perusahaan / institusi dan institusi / perusahaan juga mengenal potensi anda dengan lebih rinci.Untuk itu manfaatkanlah sesi wawancara ini semaksimal mungkin agar kemungkinan diterima ditempat kerja lebih besar.
Tujuan perusahaan melakukan wawancara adalah untuk mengidentifikasi pelamar mana yang layak untuk diberikan penawaran kerja, menentukan apakah karakteristik pelamar cocok atau tidak dengan kualifikasi yang dibutuhkan dan mengetahui kepribadian pelama. Walaupun wawancara seperti mengobrol biasa tetapi sebenanrnya pada saat wawancara seorang pewawancara sudah menyiapkan runtutan pertanyaan dan memiliki penilaian terhadap orang yang diwawancara.Oleh karena itu sebagai pelamar, anda sebaiknya mampu berkomunikasi secara jelas dan sistematis, namun juga harus mampu menjadi pendengar yang aktif.
Pelamar yang mengikuti sesi wawancara kerja dapat menjelaskan secara langsung mengenai keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang dimiliki. Disinilah saat terbaik untuk melakukan personal selling atau mempromosikan diri agar bisa meyakinkan perusahaan bahwa anda bisa memberikan kontribusi untuk perusahaan.
Namun demikian masih banyak yang gagal pada saat interview. Berikut hal-hal dibawah ini yang menjadi salahsatu penyebab pelamar gagal dalam proses interview atau wawancara :
- Anda kurang memiliki persiapan yang matang Tidak membawa salinan CV. atau tidak membawa dokumen yang menunjang anda untuk posisi yang dilamar. Contoh. Melamar sebagai designer namun tidak membawa contoh design yang pernah anda buat.
- Tidak mencari infomasi mengenai perusahaan yang anda lamar Jika anda tidak berinisiatif untuk mencari informasi mengenai perusahaan yang anda lamar maka ada indikasi kalau anda belum siap untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.
- Gugup Jika anda gugup, biasanya anda akan melupakan hal-hal penting yang perlu anda informasikan dan cenderung menjawab sebisanya saja.
- Tidak mengucapkan terima kasih Tidak adanya ucapan terima kasih dari anda menunjukkan bahwa anda kurang menginginkan pekerjaan tersebut.
- Meremehkan pewawancara Tidak mendengarkan apa yang ditanyakan dan menjawabnya secara asal.
- Berfokus pada gaji bukan pada skill yang dimiliki Lebih menonjolkan gaji yang diminta tanpa mempertimbangkan apa yang dapat diberikan pada perusahaan.
- Terlalu menonjolkan diri Sombong dengan kemampuan yang dimiliki.
- Berdebat secara arogan Ketika pewawancara mengemukakan pendapatnya namun pelamar membalasnya dengan merasa pendapatnya paling benar.
- Bergunjing dengan sesama pelamar setelah selesai sesi wawancara Berkomentar negatif mengenai apa yang ditanyakan oleh pewawancara.
- Mencoba menyuap atau mengancam pewawancara Berusaha menyuap atau mengancam pewawancara dengan berbagai alasan.
Melipat tangan
Meletakan di dagu
Tangan diletakan di belakang
Selanjutnya inti dari mini seminar ini adalah materi tentang kiat menghadapi wawancara yaitu sebagai berikut :
1. Persiapan
- Anda sebaiknya mencari informasi mengenai instansi / perusahaan yang memanggil anda untuk wawancara.
- Cari informasi mengenai deskripsi pekerjaan yang anda lamar.
- Kenali kompetensi yang anda miliki yang dapat memberikan kontirubusi bagi instansi / perusahaan.
- Kembangkan keterampilan berkomunikasi.
- Persiapkan diri anda untuk mengikuti psikotes dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan.
- Istirahat yang cukup sebelum pelaksanaan wawancara.
2. Hadir Tepat Waktu
- Anda perlu memastikan bahwa anda telah mengetahui lokasi wawancara.
- Datanglah 15 menit lebih awal.
- Bersikap ramah pada satpam atau resepsionis.
3. Membawa Berkas Lamaran
- Bawalah berkas lamaran anda dan dokumen pendukung serta pelajari CV yang sudah anda buat.
- Ketika wawancara, siapkan surat lamaran dan CV yang anda.
- Bawalah buku tulis dan alat tulis Jika instansi / perusahaan meminta anda untuk mengisi formulir maka isilah dengan rapi dan lengkap (hindari tidak mengisi formulir secara lengkap dengan alasan lupa).
- Hindari salah menyebut nama pewawancara.
4. Penampilan
- Pakailah pakaian yang bersih dan tidak bau.
- Hindari memakai kaos dan celana jeans.
- Sesuaikan model dan warna pakaian yang anda pakai.
- Jika menggunakan make-up maka gunakan yang soft agar tidak terlihat menor.
- Pastikan rambut, kuku, sepatu (sepatu tertutup), ikat pinggang, baju yang anda kenakan terlihat rapi.
- Hindari parfum dengan bau yang menyengat dan perhiasan yang berlebihan.
5. Ciptakan Kesan Positif
- Ketuk pintu sebelum masuk ke ruangan dan mintalah ijin sebelum anda duduk.
- Jaga sopan santun anda.
- Ingat posisi anda saat ini, apakah sedang melamar pekerjaan atau jalan-jalan atau bermain.
- Perhatikan pertanyaan pewawancara dan jawablah dengan jelas.
- Anda sebaiknya memberikan jawaban sesuai dengan pertanyaan yang diajukan.
- Bersikap percaya diri namun tidak terkesan angkuh.
- Jawablah pertanyaan yang diajukan secara jujur dan tidak berlebihan.
- Bersikap tenang Hindari menggoyang-goyangkan kaki, memainkan alat tulis.
- Berfokus pada skill yang dapat anda berikan pada perusahaan.
- Sebaiknya hindari bertanya langsung mengenai gaji dan fasilitas yang akan anda terima, namun berfokuslah kalau anda memiliki skill yang dibutuhkan oleh perusahaan.
- Ucapkan terima kasih pada pewawancara setelah sesi wawancara anda selesai.
Wawancara merupakan sesi yang penting bagi pelamar untuk mengkomunikasikan skill yang dimiliki.
Kesiapan mental, etika, pengetahuan mengenai posisi dan perusahaan yang dilamar akan mendukung anda dalam menjalani sesi wawancara.
Ikhlaslah dengan apa yang anda kerjakan dan jadikan diri anda pribadi yang berguna bagi orang lain.
Mini Seminar "Menemukan Minat dan Passion Agar Sukses Dalam Karier dan Bisnis"
21.35
Kegiatan BGM, training
Dalam berkarir dan berbisnis kita perlu menemukan minat dan passion agar bisa lebih mudah meraih kesuksesan. Bina Grahita Mandiri akan membantu anda dalam menemukan minat dan passion agar sukses dalam karier dan bisnis melalui mini seminar bersama Nur Agustinus, pada hari Sabtu, 7 Nopember 2015 pukul 13.00-16.00 WIB.
Mini Seminar "Kiat Menghadapi Wawancara Penerimaan Kerja"
21.27
Kegiatan BGM, training
Mengikuti
wawancara kerja perlu dipersiapkan dengan baik. Banyak yang gagal saat
proses wawancara ini. Ikuti seminar bersama Susi Srinisukma, S.Psi.
untuk mendapatkan kiat-kiat khusus menghadapi wawancara kerja, pada hari
Jumat, 6 Nop 2015.
Meningkatkan Kemampuan Anak Melalui Modalitas Belajar
22.00
Kegiatan BGM, training
Mini seminar yang diadakan oleh Bina Grahita Mandiri dengan tema "meningkatkan kemampuan anak melalui modalitas belajar" telah sukses dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2015. Berikut ulasan tentang materi yang disampaikan juga proses jalan seminar termasuk didalamnya keseruan saat berlangsungnya t games yang berkaitan dengan modalitas belajar.
Ulasan Materi
Menurut Ernest R. Hilgard dalam (Sumardi Suryabrata, 1984:252) belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. Dari pengertian ini bisa disimpulkan bahwa belajar itu tidak hanya dibangku sekolah atau hanya jika berhubungan dengan akademik, tetapi belajar bisa mengenai apa saja dan dimana saja.
Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda, Dalam buku Quantum Learning dipaparkan 3 modalitas belajar seseorang yaitu : “modalitas visual, auditori atau kinestetik (V-A-K). Walaupun dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modlaitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya”. Menurut Fleming dan Mills (1992), gaya belajar merupakan kecenderungan siswa untuk mengadaptasi strategi tertentu dalam belajarnya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar di kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran.
1. Visual (belajar dengan cara melihat)
Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.
Ciri-ciri gaya belajar visual :
- Bicara agak cepat.
- Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi.
- Tidak mudah terganggu oleh keributan.
- Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar.
- Lebih suka membaca dari pada dibacakan.
- Pembaca cepat dan tekun.
- Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata.
- Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato.
- Lebih suka musik dari pada seni. Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :
2. Auditori (belajar dengan cara mendengar)- Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
- Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
- Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
- Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
- Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.
Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara, berbicara sedang- sedang saja. Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.
Ciri-ciri gaya belajar auditori :
- Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri
- Penampilan rapi
- Mudah terganggu oleh keributan
- Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
- Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
- Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
- Biasanya ia pembicara yang fasih
- Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
- Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
- Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
- Berbicara dalam irama yang terpola
- Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :
- Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
- Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras. 3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
- Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
- Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.
3. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)
Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.
Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :
- Berbicara perlahan
- Penampilan rapi
- Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
- Belajar melalui memanipulasi dan praktek
- Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
- Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
- Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
- Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
- Menyukai permainan yang menyibukkan
- Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
- Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:
- Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
- Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
- Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
- Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
- Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.
Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda.
Kesimpulan
Gaya belajar seseorang berbeda-beda sehingga perlu digunakan teknik yang bervariasi untuk mengoptimalkan proses belajar.
Seseorang yang dapat mengenali gaya belajarnya dapat menjadikan belajar dan berkomunikasi dengan lebih mudah.
Games yang berkaitan dengan Modalitas Belajar
Game kata berantai
Game ini bertujuan untuk mengetahui gaya belajar dari peserta, aturan mainnya adalah peserta 1 akan diberi satu kalimat untuk dihafal dalam waktu yang terbatas, kemudian peserta 1 menyampaikan kalimat tersebut secara lisan kepada peserta 2 seterusnya peserta 2 menyampaikan secara lisan kepada peserta 3. Kalimat yang diberikan adalah berupa puisi.
Seperti disebut di atas tujuan game diatas untuk mengetahui gaya belajar. berikut cara mengetahui gaya belajar peserta dengan game ini.
- Jika peserta cenderung gaya belajarnya visual maka peserta akan menyampaikan satu kalimat puisi ini tanpa ada intonasi nada sehingga akan sulit untuk memahami makna dari kalimat puisi tersebut.
- Jika peserta cenderung gaya belajarnya auditory maka peserta akan menyampaikan kalimat puisi tersebut dengan intonasi nada sehingga mudah difahami makna dari kalimat puisi tersebut.
- Jika peserta cenderung gaya belajarnya kinestetik maka peserta akan menyampaikan kalimat puisi tersebut disertai gerakan.
game kinestetik
Seperti game pertama game ini juga bertujuan untuk mengetahui kecenderungan gaya belajar peserta. aturan mainnya adalah peserta harus merangkai 4 buah pensil dengan menggunakan tali menjadi sebuah bentuk plus atau tambah. Siapa yang paling cepat selesai merangkai pensil tersebut menjadi bentuk tambah maka dia pemenangnya.
Hasil dari game ini peserta 1 berhasil merangkai pensil menjadi bentuk tambah dengan waktu yang lebih cepat sementara peserta 2 gagal menyelesaikan game ini karena bentuk yang dirangkai tidak sesuai.
kesimpulan dari game ini adalah, peserta satu memiliki gaya belajar kinestetik karena cekatan dalam memainkan game yang menggunakan gerakan. sementara peserta dua cenderung gaya belajarnya visual karena gagal menyelesaikan game dan juga salah mengartikan instruksi lisan dari game ini, hal ini berkaitan dengan ciri-ciri gaya belajar visual adalah lebih mudah memahami sesuatu hal melalui membaca tulisan daripada mendengarkan instruksi secara lisan.
mini seminar meningkatkan kemampuan anak melalui modalitas belajar
01.34
Kegiatan BGM, training
Bina Grahita Mandiri, mini seminar dengan tema Meningkatkan Kemampuan Anak Melalui Modalitas Belajar, membahas penerapan gaya belajar dan cara efektif meningkatkan kemampuan anak melalui modalitas belajar.
Acara akan dilaksanakan pada ;
tanggal : 30 Oktober 2015
jam : 14.00 - 17.00
tempat : Bina Grahita Mandiri (jl.krembangan barat 31 i surabaya)
Bersama
tanggal : 30 Oktober 2015
jam : 14.00 - 17.00
tempat : Bina Grahita Mandiri (jl.krembangan barat 31 i surabaya)
HRD GATHERING
02.30
Artikel, Kegiatan BGM
Bina Grahita Mandiri Training Center mengadakan Gathering Seminar yang mengundang HRD yang bekerjasama dengan kami. Acara diselenggarakan pada tanggal 6 - 7 September 2014 pada sebuah villa di desa Claket, Pacet Mojokerto. Acara ini mengangkat tema "Applied Psychology in HRM" yakni pendekatan ilmu psikologi dalam mengatur SDM.
Ada 3 pembahasan yaitu psikologi dalam manajemen, pentingnya komunikasi dalam organisasi dan teknik interview. Acara ini kami desain semenarik mungkin dan membuat para peserta merasa senang dalam meempelajari hal baru, metode itu kami buat dengan pengadaan outbound, games dan ice breaking yang memanfaatkan kondisi alam sekitar. Melatih kejujuran, konsentrasi, daya tahan, kerjasama dan fokus merupakan tujuan dari kegiatan outbound ini serta membuat suasana antara peserta yang sebelumnya tidak saling mengenal menjadi saling mengenal satu dengan yang lain.
Selain kegiatan tersebut, kami tetap memberikan kelas seminar dengan mendatangkan ahli pada bidangnya. Untuk acara kali ini kami mengundang Ibu Poedji Tan seorang pengajar handal yang juga lama berkecimpung dalam bidang HRD. Kelas seminar juga tidak full dengan teori saja, melainkan lebih memperbanyak rollplay, diskusi dan praktek.
Dua hari yang sangat menyenangkan bagi para peserta dan panitia penyelenggara. Banyak harapan para peserta yang ingin kembali mendapatkan ilmu event - event yang dibuat oleh Bina Grahita Mandiri Training Center. Kritik dan saran dari semua pihak yang hadir akan membuat kami menjadi jauh lebih baik.
Ada 3 pembahasan yaitu psikologi dalam manajemen, pentingnya komunikasi dalam organisasi dan teknik interview. Acara ini kami desain semenarik mungkin dan membuat para peserta merasa senang dalam meempelajari hal baru, metode itu kami buat dengan pengadaan outbound, games dan ice breaking yang memanfaatkan kondisi alam sekitar. Melatih kejujuran, konsentrasi, daya tahan, kerjasama dan fokus merupakan tujuan dari kegiatan outbound ini serta membuat suasana antara peserta yang sebelumnya tidak saling mengenal menjadi saling mengenal satu dengan yang lain.
Selain kegiatan tersebut, kami tetap memberikan kelas seminar dengan mendatangkan ahli pada bidangnya. Untuk acara kali ini kami mengundang Ibu Poedji Tan seorang pengajar handal yang juga lama berkecimpung dalam bidang HRD. Kelas seminar juga tidak full dengan teori saja, melainkan lebih memperbanyak rollplay, diskusi dan praktek.
Dua hari yang sangat menyenangkan bagi para peserta dan panitia penyelenggara. Banyak harapan para peserta yang ingin kembali mendapatkan ilmu event - event yang dibuat oleh Bina Grahita Mandiri Training Center. Kritik dan saran dari semua pihak yang hadir akan membuat kami menjadi jauh lebih baik.
Tema : "Apllied Psychology in HRM"
Pembahasan : Psikologi Dalam Manajemen, Pentingnya komunikasi Dalam Organisasi & Teknik Interview
Pembicara : Ibu Poedjiati Tan
Acara : Outbound Activity and Seminar
Durasi Outbound : 4 Jam (20.00 - 22.00) dan (05.30 - 07.30)
Durasi Seminar : 5 Jam (08.00 - 13.00)
Kegiatan Pendukung : Jagung Bakar, Relaksasi dan Kunjungan Home Industri
Setelah acara terlaksana tim penyelenggara melakukan wawancara untuk mengetahui kritik , saran, dan kesan dari peserta. berikut kami rangkum komentar dari para peserta :
Kesan
- Acara yang sangat bagus untuk menambah relaksasi, pengetahuan, ilmu melatih konsentrasi dan daya tahan
- Puas dengan acaranya
- Luar Biasa
- Mendapatkan pemahaman yang berbeda dari rekan -rekan
- Kegiatan yang positif
Saran
- Durasi Acara dapat diperpanjang
- Waktu ditambah untuk bisa komunikasi dengan peserta lain, jangan full kegiatan
- Menambah jumlah peserta
- Tambah life musik ketika jagung bakar
- Outbound diperbanyak
- Memberikan data nama peserta dan no hp karena waktu untuk bertanya pada masing- masing peserta
- Memperbanyak variasi outbound
- Perbanyak waktu kumpul dan ngobrol
- Buat forum HRD setelah ini
- Ada pilihan tempat acara
- Buat kelas Sharing
- Kalau bisa ada kelas yang membahas tentang keuangan
- Kalau ada acara serupa mohon diberikan info lagi
- Kurang padat acaranya, masih nyantai
- Perlu ditambahkan studi kasus
Peserta
- Samson dari PT. Sekar Bumi, Tbk
- Ernawati dari PT. Sekar Bumi, Tbk
- Ani Bangdipa, S.Psi dari PD. Pasar Surya
- Deasy Hermawati dari PD. Pasar Surya
- Ika Rahmawati dari Roemah YWI
- Novita Septiani dari Roemah YWI
- Ratih Arintosari dari PT. Betjik Djoyo
- Budie Willyanto dari PT. Usaha Patra Lima Jaya
- Ari Widharti dari PT. Usaha Patra Lima Jaya
- Riva Azwarini dari PT. Usaha Patra Lima Jaya
- Budi Setiawan dari PT. Usaha Yekapepe
- Rayi rahardjo dari PT. Usaha Yekapepe
- R. Atas Kusumah Wardani dari PT. Indospring Tbk
- Muhammad Ali Ashar dari PT. Indospring Tbk
- Drs. Zulkhair, M.M dari PT. Citra Margatama Surabaya
- Gusti Ayu Made A.S Dari Bina Grahita Mandiri
- Fitri Zulifiah Dari Bina Grahita Mandiri
- Priska Lora A. I Dari Bina Grahita Mandiri
- Febriana Tungga Dewi Dari Bina Grahita Mandiri
- M. Supriono Dari Bina Grahita Mandiri
- Aironi Zuroida Dari Bina Grahita Mandiri
- Suparmi Dari Bina Grahita Mandiri
- Siti Nurmala, Spd, MM dari SMKN 1 Surabaya
- Drs. Abd. Aziz, SE dari SMKN 1 Surabaya
- Agitya Kristantoko dari Universitas Ciputra
- Reny Pebriasari dari Universitas Ciputra
Foto Saat Pelaksanaan
HRD GATHERING SEMINAR
19.53
Kegiatan BGM
INVITATION
HRD GATHERING SEMINAR
Bina Grahita Mandiri akan mengadakan acara pertemuan HRD dari berbagai perusahaan dengan memberikan workshop yang bertemakan "Applied Psychology in HRM" yang sangat diperlukan oleh seorang HRD. Acara ini dirancang agar peserta dapat memahami kegunaan dan proses penerapan ilmu psikologi dalam sebuah lingkungan kerja sehingga dapat memberikan solusi dalam permasalahan SDM yang terjadi di suatu perusahaan. Kami merancang acara yang sangat menyenangkan yakni seminar diikuti berbagai games dan outbound yang memanfaatkan kondisi alam. Acara ini akan diselenggarakan pada :
Hari / Tanggal : Sabtu-Minggu/ 6 - 7 September 2014 (2 Hari 1 Malam)
Tempat : Desa Claket , Pacet, Mojokerto
Materi : "Applied Psychology in HRM"
Pembicara
Day 1
|
Susunan Kegiatan
|
Day 2
| |||
Jam
|
Kegiatan
|
Jam
|
Kegiatan
| ||
14.00 – 16.00
|
Registrasi Peserta
|
06.00 – 07.00
|
Makan Pagi
| ||
15.45 – 16.00
|
Pembagian Snack
|
07.00 – 08.00
|
Strategical Games dan Olah Raga
| ||
16.00 – 17.30
|
Opening Ceremony dan Games
|
08.00 – 09.00
|
Teambuilding Challenge(Outbound Games)
| ||
17.30 – 19.00
|
Ishoma (Istirahat, Sholat dan Makan)
|
09.00 – 10.45
|
Seminar 1
| ||
19.00 – 22.00
|
Outdoor Activity (Games, Malam Keakraban, Performace Peserta, Jagung Bakar)
|
10.45 – 11.00
|
Cofee Break
| ||
11.00 – 13.00
|
Seminar 2 + Closing Ceremony
| ||||
13.00 – 14.00
|
Ishoma (Istirahat, Sholat dan Makan)
| ||||
14.00 – 14.30
|
Check Out
| ||||
14.30 – 16.00
|
Home Industri
| ||||
Fasilitas :
- Penginapan Villa selama 1 malam
- Notes
- Baju Peserta
- Found Outbound Games
- Fasilitator Kegiaatan
- Sertifikat
- Makan 3x + 3x Snack
- Kunjungan Ke Home Industry
- Hadiah
Catatan
- Peserta sebaiknya dari divisi HRD / yang memiliki minat dalam manajemen Sumber Daya Manusia
- Peserta akan terselenggara apabila minimal jumlah peserta adalah 40 orang
- Perusahaan yang mengirimkan perwakilannya, maka logo perusahaan tersebut akan langsung tercantum pada baju peserta
- Transportasi menuju tempat acara ditanggung oleh peserta
Kontribusi
- Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah) untuk 1 orang peserta
- Rp. 750.000 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) untuk 2 orang peserta
Pembayaran Via Transfer ke Nomor Rekening
BCA Krembangan Ac. 7220023154 An. Agustinus Nur Pratidina S
Konfirmasi pendaftaran atau transfer melalui sms pada Desie (087-759-425-289) atau e-mail : desiewulanku@gmail.com / info@binagrahita.com paling lambat hari Senin, 1 September 2014 pukul 16.00
Informasi Lebih Lanjut, hubungi
Desie (Head Of Training Centre) Candra (Event Coordinator)
087-759-425-289 0881-329-1691
Ke Tretes
19.37
Kegiatan BGM
Pekerjaan di kantor memang melelahkan dan agar tidak jenuh, Bina Grahita Mandiri mengadakan acara jalan-jalan bersama dengan mengikutsertakan juga keluarga. Kali ini tujuan rekreasi memang tidak terlalu jauh, yakni di Tretes. Hari libur tanggal 21 Mei 2009 menjadi pilihan. Berangkat sehari sebelumnya dan bermalam di sana. Acara liburan sebelumnya pernah ke Songgoriti, Selecta, pantai Pasir Putih, gunung Bromo, dan lain-lain. Liburan ke Tretes kali ini diikuti oleh Martinus, Maisaroh, Anita, Armi, Elizabeth, Mia, Lydia, Eka serta Nur Agustinus. Beserta seluruh keluarga dan teman, jumlah yang ikut adalah 26 orang.





Foto-foto yang lain, klik:
Acara santai di villa
Ke air terjun Kakek Bodo
Jangan lupa kunjungi juga: www.binagrahita.com





Foto-foto yang lain, klik:
Acara santai di villa
Ke air terjun Kakek Bodo
Jangan lupa kunjungi juga: www.binagrahita.com
Kakek Bodo
19.13
Kegiatan BGM
Meninggalkan villa, sebagian rombongan menuju ke wisata air terjun Kakek Bodo. Perjalanan ke lokasi memang cukup melelahkan karena menanjang. Apalagi di tengah perjalanan harus berteduh karena tiba-tiba hujan deras.





Foto-foto yang lain, klik:
Rekreasi BGM ke Tretes
Acara santai di villa
Jangan lupa kunjungi juga: www.binagrahita.com





Foto-foto yang lain, klik:
Rekreasi BGM ke Tretes
Acara santai di villa
Jangan lupa kunjungi juga: www.binagrahita.com
Langganan:
Postingan (Atom)












































