lowongan kerja accounting surabaya 2015


LOWKER TERBARU,,,
Di cari calon karyawan URGENT,,,
- Jabatan / Posisi : Accounting
- Level Pekerjaan : Staff
- Jenis kelamin : Perempuan
- Usia : Min 25 thn, Max 35 thn
- Status : Bebas
- Pendidikan : D3 / S1 Akuntansi
- Keterampilan yg harus di miliki :
* Accounting
* Bahasa Inggris
* Bahasa Mandarin

- Surat ijin mengemudi yg harus di miliki : SIM C
- Tidak harus berpengalaman kerja yang penting mau belajar dan mau di ajarin
- Bahasa asing yang harus di kuasai : "Mandarin" dengan kualifikasi "Dasar"
- Gaji : minim 3,5 jt, maximal 5 jt
- Uraian tugas secara umum : Accounting, administrasi, sekretaris
- Hari kerja : Senin - sabtu jam kerja : 08:30 - 16:30
- Penempatan di kota : Surabaya
- Lebih di utamakan : Chiness
- Agama : Khatolik / Kristian / Budha
Info lebih lanjut silahkan hubungi:
Office : (031) 3526207, 3542570
CP (Uny) : 0877 5130 6501 / 0821 4058 2077
Email : training.bgm@gmail.com

Psikologi Humanistis


Psikologi humanis adalah pendekatan psikologi yang menekankan kehendak bebas, pertumbuhan pribadi, kegembiraan, kemampuan untuk pulih kembali setelah mengalami ketidakbahagiaan, serta keberhasilan dalam merealisasikan potensi manusia. Tujuan psikologi humanis adalah membantu manusia mengekspresikan dirinya secara kreatif dan merealisasikan potensinya secara utuh. Pencetus psikologi humanistik adalah Abraham Maslow.

Psikologi humanistik dapat dimengerti dari tiga ciri utama, yaitu:
  • Psikologi humanis menawarkan satu nilai yang baru sebagai pendekatan untuk memahami sifat dan keadaan manusia
  • Psikologi humanis menawarkan pengetahuan yang luas akan kaedah penyelidikan dalam bidang tingkah laku manusia
  • Psikologi humanis menawarkan metode yang lebih luasakan kaedah-kaedah yang lebih efektif dalam dalam pelaksanaan psikoterapi
Aliran ini muncul akibat reaksi atas aliran behaviourisme dan psikoanalisis. Kedua aliran ini dianggap merendahkan manusia menjadi sekelas mesin atau makhluk yang rendah. Salah satu tokoh dari aliran ini – Abraham Maslow – mengkritik Freud dengan mengatakan bahwa Freud hanya meneliti mengapa setengah jiwa itu sakit, bukannya meneliti mengapa setengah jiwa yang lainnya bisa tetap sehat.

Adalah Viktor Frankl yang mengembangkan teknik psikoterapi yang disebut sebagai logotherapy (logos = makna). Pandangan ini berprinsip:
a. Hidup memiliki makna, bahkan dalam situasi yang paling menyedihkan sekalipun.
b. Tujuan hidup kita yang utama adalah mencari makna dari kehidupan kita itu sendiri.
c. Kita memiliki kebebasan untuk memaknai apa yang kita lakukan dan apa yang kita alami bahkan dalam menghadapi kesengsaraan sekalipun.
Frankl mengembangkan teknik ini berdasarkan pengalamannya lolos dari kamp konsentrasi Nazi pada masa Perang Dunia II, di mana dia mengalami dan menyaksikan penyiksaan-penyiksaan di kamp tersebut. Dia menyaksikan dua hal yang berbeda, yaitu para tahanan yang putus asa dan para tahanan yang memiliki kesabaran luar biasa serta daya hidup yang perkasa. Frankl menyebut hal ini sebagai kebebasan seseorang memberi makna pada hidupnya.
Logoterapi ini sangat erat kaitannya dengan SQ tadi, yang bisa kita kelompokkan berdasarkan situasi-situasi berikut ini:
a. Ketika seseorang menemukan dirinya (self-discovery). Sa’di (seorang penyair besar dari Iran) menggerutu karena kehilangan sepasang sepatunya di sebuah masjid di Damaskus. Namun di tengah kejengkelannya itu ia melihat bahwa ada seorang penceramah yang berbicara dengan senyum gembira. Kemudian tampaklah olehnya bahwa penceramah tersebut tidak memiliki sepasang kaki. Maka tiba-tiba ia disadarkan, bahwa mengapa ia sedih kehilangan sepatunya sementara ada orang yang masih bisa tersenyum walau kehilangan kedua kakinya.
b. Makna muncul ketika seseorang menentukan pilihan. Hidup menjadi tanpa makna ketika seseorang tak dapat memilih. Sebagai contoh: seseorang yang mendapatkan tawaran kerja bagus, dengan gaji besar dan kedudukan tinggi, namun ia harus pindah dari Yogyakarta menuju Singapura. Di satu sisi ia mendapatkan kelimpahan materi namun di sisi lainnya ia kehilangan waktu untuk berkumpul dengan anak-anak dan istrinya. Dia menginginkan pekerjaan itu namun sekaligus punya waktu untuk keluarganya. Hingga akhirnya dia putuskan untuk mundur dari pekerjaan itu dan memilih memiliki waktu luang bersama keluarganya. Pada saat itulah ia merasakan kembali makna hidupnya.
c. Ketika seseorang merasa istimewa, unik dan tak tergantikan. Misalnya: seorang rakyat jelata tiba-tiba dikunjungi oleh presiden langsung di rumahnya. Ia merasakan suatu makna yang luar biasa dalam kehidupannya dan tak akan tergantikan oleh apapun. Demikian juga ketika kita menemukan seseorang yang mampu mendengarkan kita dengan penuh perhatian, dengan begitu hidup kita menjadi bermakna.
d. Ketika kita dihadapkan pada sikap bertanggung jawab. Seperti contoh di atas, seorang bendahara yang diserahi pengelolaan uang tunai dalam jumlah sangat besar dan berhasil menolak keinginannya sendiri untuk memakai sebagian uang itu untuk memuaskan keinginannya semata. Pada saat itu si bendahara mengalami makna yang luar biasa dalam hidupnya.
e. Ketika kita mengalami situasi transendensi (pengalaman yang membawa kita ke luar dunia fisik, ke luar suka dan duka kita, ke luar dari diri kita sekarang). Transendensi adalah pengalaman spiritual yang memberi makna pada kehidupan kita.

sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_humanis
www.blogpsikologi.com

Sumber-Sumber Stress



Meskipun pendekatan yang sering digunakan untuk memahami stress berasal dari pandangan interaktif, namun kita juga mengetahui potensi stressor yang ada di lingkungan (Sutherland & Cooper, 1990).

Sumber stres dapat berubah-ubah, sejalan dengan perkembangan manusia, tetapi kondisi stress juga dapat terjadi di setiap saat disepajang kehidupan. Darimana sajakah stress berasal? Apa sajakah sumber-sumber itu? untuk menjawab hal ini banyak literatur yang dapat digunakan, tergantung pada latar belakang teoritis dan bidang penerapannya. Sarafino (1990) membedakan sumber-sumber stress, di dalam individu, keluarga, komunitas dan masyarakat.

Sumber-sumber stres di dalam diri seseorang
Terkadang sumber stress itu ada di dalam diri seseorang. Salahsatunya melalui kesakitan. Tingkatan stres yang muncul tergantung pada keadaan rasa sakit dan umur individu (sarafino, 1990)

Stres juga akan muncul dalam diri seseorang melalui penilaian dari kekuatan motivasional yang melawan, bila seseorang mengalami konflik. Konflik merupakan sumber stress yang utama. Menurut Teori Kurt Lewin, Kekuatan motivasional yang melawan menyebabkan dua cenderungan yang melawan : perdekatan dan penghindaran. Cenderungan tersebut menggolongkan tiga jenis pokok dari konflik : 
a. konflik perdekatan /perdekatan
b. konflik penghindaran /penghindaran
c. konflik perdekatan /penghindaran

Sumber-sumber stress di dalam keluarga
Stress ini dapat bersumber dari interaksi diantara anggota keluarga, seperti : perselisihan dalam masalah keuangan, perasaaan saling acuh tak acuh, tujuan-tujuan yang saling berbeda, dll. misalnya : perbedaan keinginan tentang acara televisi yang akan ditonton, perselisihan antara orang tua dengan anak yang menyetel tape-nya keras-keras, tinggal di suatu lingkungan yang terlalu sesak, kehadiran adik baru. Khusus pada penambahan adik baru ini, dapat menimbulkan perasaan stres terutama pada diri ibu yang selama kehamilan (selain perasaan senang, tentu), dan setelah kelahiran.

Rasa stress pada ayah sehubungan dengan adanya anggota baru dalam keluarga, dapat diterangkan sebagai ke khawatiran akan berubahnya interaksi dengan ibu sebagai istrinya atau kehawatiran akan bertambahnya biaya.

Para orang tua yang kehilangan anak-anaknya atau pasangannya karena kematian akan merasa kehilangan arti (Sarafino, 1990). Dilaporkan bahwa ibu akan menjadi kehilangan harapan dimasa-masa yang akan datang dan merasa sangat kehilangan. Para ibu akan merasa kehilangan identitas dan peran sebagai ibu. Demikian pula perasaan kehilangan karena kematian pasangannya. Mereka yang ditinggalkan akan merasa kehilangan harapan dan peran, kehilangan rasa cinta, perasaan istimea dan kehilangan rasa aman. Perasaan kehilangan ini akan semakin terasa terutama pada masa dewasa awal (Safarino, 1990).

Sumber-sumber stress didalam komunitas dan lingkungan
Interaksi subyek diluar lingkungan keluarga melengkapi sumber-sumber stress. Contohnya : pengalaman stress anak-anak di sekolah dan di beberapa kejadian kompetitif, seperti olahraga. sedangkan beberapa pengalaman stress orang tua bersumber dari pekerjaannya dan lingkungan yang stressfull sifatnya. Khususnya, 'Occupational stress' telah diteliti secara luas.

Daftar Pustaka :Smet Bart. 1994. Psikologi Kesehatan. Jakarta. PT. Grasindo Anggota IKAPI


Tes kepribadian "Mengetahui Kepribadian dengan memilih sebuah pohon"



Pada umumnya, untuk membantu menjelaskan kepribadian seseorang, sebuah tes kepribadian akan menggunakan bantuan angka-angka dan kemudian hasilnya di interpretasikan/dideskripsikan kedalam kualitatif. Hal ini karena kepribadian tidak dapat diukur, tetapi hanya dapat dideskripsikan. Kali ini, the-open-mind.com melansir sebuah permainan mengukur kepribadian bernama Fun Personality Test - Pick a Tree. Sesuai dengan namanya, Anda bisa mengetahui kepribadian Anda dari gambar pohon yang Anda pilih. 

Pohon Nomor 1: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 1, kemungkinan besar Anda merupakan seorang pekerja keras. meskipun begitu Anda bukanlah seorang yang egois, justru Anda merupakan sosok yang murah hati dan selalu berbuat baik dan mempunyai ambisi yang tinggi. Apa yang Anda lakukan sebenarnya hanya karena ingin membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Sayangnya, tidak semua orang bisa mengapresiasi usaha Anda. 

Pohon Nomor 2: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 2, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang bertanggung jawab dan peduli pada kepentingan orang lain, jujur dan menyenangkan. Orang lain bisa dengan mudah memberikan kepercayaannya kepada Anda. humoris adalah sifat Anda sehingga membuat orang lain mudah dekat Anda karena Anda selalu punya cerita yang bisa dibagi. 

Pohon Nomor 3: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 3, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang cerdas dan merupakan pemikir yang hebat. Anda selalu memperjuangkan sesuatu yang Anda anggap benar. intuitif merupakan sifat alami Anda. Waktu menyendiri adalah saat-saat yang selalu Anda gunakan untuk berpikir. Kebohongan atau tipuan adalah hal-hal yang tidak Anda sukai. 

Pohon Nomor 4: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 4, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang sangat unik dengan sikap intuitif Anda. Anda tergolong sebagai seorang filosof yang suka berpikir dengan mendalam. Karena itulah banyak orang yang sering salah paham dengan Anda. Anda selalu butuh ruang untuk menyendiri dengan kreativitas yang perlu selalu dikembangkan. Hanya saja Anda orang yang sangat emosional. 

Pohon Nomor 5: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 5, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang penuh percaya diri dan mandiri. Takut bukanlah salah satu dari Anda. Anda paling tahu cara untuk membuat diri Anda dan orang-orang di sekitar Anda tetap kuat. Yang Anda butuhkan dari orang-orang di sekitar Anda hanyalah kejujuran, meskipun kejujuran itu pahit bagi Anda. 

Pohon Nomor 6: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 6, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang ramah dan peka sehingga Anda memiliki banyak teman karena menciptakan sebuah hubungan dengan orang lain bukanlah sesuatu yang sulit bagi Anda. Anda memiliki aura yang hangat dan terang, orang-orang bisa merasa nyaman saat berada di dekat Anda. Anda menghabiskan waktu Anda untuk fokus pada bagaimana cara Anda untuk menjadi sosok yang lebih baik. Anda selalu butuh cinta, dan selalu siap mencintai siapapun meskipun orang tersebut tak mencintai Anda. 

Pohon Nomor 7: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 7, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang tenang dan bahagia. Anda bisa menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi siapa pun karena Anda memiliki sifat yang peka dan sangat pengertian. Anda benar-benar menyadari bahwa setiap orang punya caranya sendiri untuk menjalani hidupnya. Cemas hanya sesekali saja menghampiri diri Anda dan Anda bisa dengan mudah merasa tenang. 

 Pohon Nomor 8: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 8, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang mudah menarik perhatian dan energik, dengan begitu orang-orang di sekitar Anda senang dengan keberadaan Anda karena Anda pintar membuat suasana ceria dan penuh tawa. Ada banyak hal yang membuat Anda tertarik dan Anda akan mencari tahu sesuatu sampai ke akar-akarnya untuk bisa memuaskan diri. Jiwa petualang ada di dalam darah Anda. Anda adalah sosok yang spontan dan antusias. 

Pohon Nomor 9: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 8, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang penuh optimisme dan sering mendapatkan keberuntungan. Hidup hanya sekali, Anda merupakan seorang yang berusaha untuk melakukan segala hal yang terbaik dalam hidup Anda. Setiap kesempatan yang ada dalam hidup Anda gunakan sebaik-baiknya untuk bisa saling memaafkan, belajar, dan berkembang. Kelebihan Anda adalah, Anda bersedia berbagi rasa suka dan duka dengan orang-orang yang Anda sukai. 

sumber : http://chillinaris.blogspot.co.id/2015/02/tes-kepribadian-memilih-sebuah-pohon.html

Memahami Peran Ayah

Para ahli psikolog dewasa ini cenderung meninggalkan hal-hal yang terlalu bersifat teoritis, dan banyak mengalihkan perhatian ke observasi langsung. Termasuk soal peran ayah. Sejak tahun 1970-an, banyak ahli psikolog secara langsung meneliti peran ayah dalam keluarga.

Hasil penelitian terhadap perkembangan anak yang tidak mendapat asuhan dan perhatian ayah menyimpulkan, perkembangan anak menjadi pincang. Kelompok anak yang kurang mendapat perhatian ayahnya cenderung memiliki kemampuan akademisi menurun, aktivitas sosial terhambat, dan interaksi sosial terbatas. Bukan bagi anak laki-laki, viri maskulinnya (ciri-ciri kelakian) bisa menjadi kabur.

Meski kebenaran hasil penelitian itu tidak mutlak, tetapi setidaknya mengungkapkan secara jelas keadaan pada masa pra-remaja. Blanchard dan Biller (1971) misalnya mencoba membandingkan empat kelompok anak dalam kemampuan akademiknya. Data diambil dari hasil ujian yang diberikan guru mereka di sekolah. Kelompok pertama adalah anak ditinggalkan ayah sebelum usia 5 tahun, kelompok ke dua adalah anak yang ditinggalkan ayahnya setelah usia 5 tahun.

Dalam anak yang ditinggalkan ayah sebelum usia lima tahun kelihatan sekali bahwa kemampuan akademiknya menurun dibandingkan dengan anak yang ayahnya terlibat penuh dalam proses pembinaan perkembangan anak.  Pengertian absennya ayah pada diri anak bisa karena meninggal, perceraian atau juga karena tidak terlibat dalam proses pembinaan langsung pekembangan anak.

Dari penelitian tersebut kemudian timbul pertanyaan, bagaiman sebaiknya peran ayah dalam membantu perkembangan anak. Apakah terus dipertahankan anggapan bahwa ayah itu kurang penting dalam perkembangan anak, lantaran ayah itu kurang melakukan kontak langsung dengan anaknya? Apa masih perlu dipertahankan pandangan lama bahwa pengaruh orang tua terhadap anaknya hanya terbentuk kalau ada kontak langsung? Bagaimana dengan kebiasaan kebanyakan ayah yang tidak aktif mengasuh anaknya ? Semua pertanyaan itu muncul karena timbul kesadaran baru dalam bidang pendidikan dan psikologi bahwa peran ayah sebetulnya tidak kalah pentingnya dengan peran ibu.

Tidak diragukan lagi bahwa ayah itu berperan penting terhaap perkembangan anaknya secara langsung. mereka dapat membelai, mengadakan kontak bahasa, berbicara atau bercanda dengan anaknya. Semua itu akan sangat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. 

Pengaruh ayah ini tentu saja tidak diterima begitu saja secara pasif oleh anak. Suatu interaksi pasti terjadi. Sifat hubungan ayah - anak selalu timbal balik. Anak juga dapat mempengaruhi ayahnya. Misalnya kalau anak menangis di waktu malam, aya terpaksa bangun. Hubungan timbal balik aktivitas ini memunculkan suatu proses sosialisasi antara ayah dengan anak. Ayah akan cepat memahami tingkah laku anaknya yang berusia 4 tahun yang cenderung bertingkah macam-macam. Anak misalnya merengek rengek minta naik pesawat atau gajah. Semua tindakan ini mempengaruhi perilaku ayah.

sumber : buku Psikologi Keayahan Drs. Save M. Dagun Penerbit Rineka Cipta

Beberapa Teori Keayahan


Teori-teori tentang keayahan baru muncul dan berkembang sejak tahun 1970-an , dan hasil berbagai penelitian banyak mengubah secara drastis konsep dan anggapan tentang keayahan.

Anggapan lama masyarakat ialah seorang ayah sesungguhnya tidak terlalu berperan dalam kehidupan anak. Dibandingkan dengan ibu, ayah memang kelihatan jauh dari anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, lebih-lebih dalam masyarakat. Dua ahli terkenal yang bisa disebut memperkeuat pandangan lama ini adalah Sigmund Freud, seseorang psikoanalis, dan Jhon Bowlby, seorang ethologis Inggris. Teori dan dua tokoh ini sering menjadi referensi pemikiran menekankan bahwa tokoh ibu merupakan sentral dalam kehidupan anak.

Pikiran Freud yang paling penting dan masih berpengaruh sampai sekarang ialah teorinya tentang perkembangan sosial seseorang sangat ditentukan oleh pengalaman pada awal masa kanak-kanaknya. Menurut Freud, tingkat pemuasan pada masa kanak-kanak akan sangat mempengaruhi tingkah laku seseorang di kemudian hari.

Pemikiran Freud ini kemudian menjadi sorotan beberapa ahli, dan pandangan freud itu juga akhirnya digugat, apakah kegiatan yang dilakukan kaum ibu menjadi alasan menyampingkan peran tokoh ayah? Beberapa tahun belakangan ini teori Freud cenderung dipertanyakan.

Kemudian Muncul teori baru yang mencoba meninjau kembali kebenaran pikiran Freud. Pada tahun 1940-an dan 1950-an, Robert Sears dan Jhons Whiting misalnya mencoba meneliti kembali pemikiran Freud dan kemudian dikaitkan dengan toeri belajar modern. Kedua Psikolog ini berpendapat, anak-anak itu dapat memperoleh kepuasan apabila dorongan-dorongan biologis dasar seperti lapar dan haus diatasi. Dalam soal ini seorang ibu memang mudah dilihat penting bagi sorang anak terutama karena selalu menyuapkan makanan kepada anaknya. Sebaliknya, seorang ayah biasaya kurang terlibat dalam memberi makan. Tetapi tidak bisa begitu saja dapat disimpulkan ayah kurang berperan dalam perkembangan anak. 

Analisis dan anggapan bahwa faktor biologis yang membedakan peran ayah dengan ibu, kini memang tidak dianggap serius lagi dan hanya sebagai mitos aja. Ross de Parke bahkan menegaskan, faktor biologis itu tidak dapat digunakan lagi sebagai argumentasi untuk menjelaskan perbedaan peranan ayah dan perannya hanyalah suatu penyimpangan pikiran zaman. sudah mucul revolusi pemikiran yang menempatkan betapa tokoh ayah penting dalam proses pengasuhan dan perkembangan anak. Tidak dapat diterima lagi anggapan yang menempatkan ayah hanya sebagai tokoh sekunder dalam mendidik anak. Tidak ada alasan yang kuat pula untuk menempatkan terlalu tinggi posisi ibu dalam perkembangan anak. Kini, sudah sangat diragukan pandangan yang membeda-bedakan posisi ayah dan ibu terhadabanyak anak.

Di Zaman modern ini, sudah banyak sekali teori tentang keayahan, yang tidak kalah dengan berbagai analisis tentang keibuan. Keduanya memang sama penting tetapi sorotan terhadap peran keayahan itu masih tergolong baru, maka timbul banyak pertanyaan yang masih perlu waktu untuk menjawabnya secara tuntans.


sumber : buku Psikologi Keayahan Drs. Save M. Dagun Penerbit Rineka Cipta

Jadwal Kegiatan Training Bina Grahita Mandiri