Memaknai Hidup

Kita tidak bisa hanya bekerja atau bertindak berdasarkan passion saja, kita butuh tujuan hidup yang dapat memaknai keseharian kita. Banyak dari kita yang merasa sudah melakukan apa yang kita sukai tapi akhirnya masuk dalam pusaran rutinitas yang membuat kita kehilangan arah bahkan merasa tersesat dalam hidup.

Sebenarnya, hal yang lebih utama dalam hidup ini adalah kemana kita mau menuju. Pertanyaan yang selalu ada dalam diri manusia adalah siapakah aku, dari mana aku, mau kemana dan apa tujuanku. Memang, banyak yang kemudian meninggalkan pertanyaan ini karena tidak mudah untuk mencari jawabannya. Kita lantas melakukan apa saja yang kita senangi. Alih-alih menjalani hidup sesuai kemana air mengalir, tapi kita kemudian bingung saat aliran itu tidak benar-benar seperti yang kita inginkan.


Dalam hidup ini, ada banyak dilosofi hidup yang membantu memberikan pencerahan bagi manusia untuk memperoleh arti hidupnya. Salah satunya dalam filosofi Kejawen ada yang berbunyi “Sangkan Paraning Dumadi”. Apa sebenarnya Sangkan Paraning Dumadi? Tidak banyak orang yang mengetahuinya. Padahal, jika kita belajar tentang Sangkan Paraning Dumadi, maka kita akan mengetahui kemana tujuan kita setelah hidup kita berada di akhir hayat. Ini menandakan betapa pentingnya manusia untuk mengetahui kemana aah hidup kita.

Mengetahui tujuan hidup ini sebenarnya merupakan langkah awal untuk memaknai hidup kita. Kalau kita ditanya, apa gunanya kita hidup, jawabannya bisa beraneka ragam. Tapi kalau jawaban itu tidak murni dari hati kita, atau sekedar asal, ini biasanya yang membuat kita tidak bisa bahagia.


Viktor E. Frankl, psikiater yang mengembangkan Logoterapi mengemukakan bahwa kekuatan motivasi utama dari seorang individu adalah untuk menemukan makna hidup. Menurut Frankl, seseorang dapat menemukan makna dalam hidupnya dalam tiga cara yang berbeda, yang pertama adalah dengan menciptakan pekerjaan atau melakukan perbuatan. Hal ini tergantung juga dari nilai hidup yang dianut oleh seseorang. Yang kedua, orang dapat memaknai hidupnya dengan mengalami sesuatu atau menghadapi seseorang; dan yang ketiga berdasarkan oleh sikap yang kita ambil menuju dihindari penderitaan dari orang lain. Intinya sebenarnya adalah kalau kita merasa hidup ini berguna, entah bagi diri sendiri atau orang lain, maka hidup kita bermakna. Untuk bisa berguna, kita perlu menetapkan tujuan hidup yang jelas. 

Viktor Frankl dalam bukunya Man's Search for Meaning, mengemukakan: "Jangan mengejar sukses – semakin dikejar dan semakin dijadikan target, semakin kita akan kehilangan dia. Karena sukses, seperti halnya kebahagiaan, tidak dapat dikejar. Ia harus terlahir dengan sendirinya, dan hal itu hanya terjadi sebagai dampak sampingan yang tidak direncanakan dari dedikasi pribadi seseorang kepada suatu tujuan yang lebih besar daripada dirinya sendiri atau sebagai produk sampingan dari penyerahan diri seseorang kepada seseorang yang lain daripada dirinya sendiri."
Untuk bisa lebih memaknai hidup, kita juga perlu melihat apa yang telah terjadi di masa lalu.  Menghubungkan titik-titik dalam kehidupan kita. Connecting the dots, seperti yang pernah dikatakan oleh Steve Jobs. Namun kita jangan terpaku pada masa lalu. Kita harus punya tujuan hidup yang jelas. Apa yang menjadi mimpi untuk kita capai.

Luaskan dan Lindungi Kepercayaan Diri Anda

Memperluas kepercayaan diri anda Rasa percaya diri ibarat sebuah rumah yang perlu anda bangun dan pelihara dari siapapun dan apapun yang mungkin mencoba merusak rumah anda. Jika dianalogikan lebih luas, rumah anda rentan terhadap unsur-unsur alam. Unsur-unsur ini akan menggempur batu bata rumah itu jika anda tidak melindunginya dan akan roboh pada akhirnya. Melindungi kepercayaan diri bisa dilakukan melalui tindakan. Seperti menjadi seorang atletik, latihan itu memerlukan program kerja yang terencana, kondisi mental yang bagus, dan stamina. Untuk memperluas kepercayaan diri anda ada dua hal yang perlu diingat. Pertama secara positif tindakan akan memperbesar kepercayaan diri anda. Kedua tindakan akan menghentikan hal-hal negative yang meremehkan kepercayaan diri anda. Mendapatkan kepercayaan diri adalah mengubah perilaku anda sehingga menciptakan citra kepercayaan diri untuk anda dan orang lain. Jika anda sering menilai prestasi dan keterampilan anda dari cara berpikir bagaimana orang lain melihat prestasi dan keterampilan anda. Cara ini akan membuat anda berada dipihak yang kalah karena menurut dunia hal demikian sering berubah. Dunia selalu mengubah pikirannya . 

Jadi, anda merampas kepercayaan diri anda dengan merusak keberhasilan anda. Anda juga mematikan rasa kepercayaan diri anda atas kesalahan yang anda itu. Yang perlu anda lakukan adalah menyadari bahwa tidak ada yang sempurna, dan jangan gunakan dunia luar untuk menilai sesuatu yang berasal dari dalam. 

Berikut beberapa hal yang perlu anda lakukan untuk melindungi tingkat kerpercayaan diri anda 

 sumber known your self Ellen Balke

Promo Training Binagrahita







Kecerdasan atau IQ

Kecerdasan atau yang biasa dikenal dengan IQ (bahasa inggris: intelligence quotient) adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu. Kecerdasan dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang biasa disebut sebagai tes IQ. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa IQ merupakan usia mental yang dimiliki manusia berdasarkan perbandingan usia kronologis.

Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. 

Psikotes bertujuan untuk mengetahui karakteristik serta potensi seseorang. Hasil sedikit banyak dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan serta kondisi kesehatannya pada saat menjalani psikotest. Potensi seseorang bisa berubah dengan adanya pengaruh lingkungan dan proses belajar. Oleh karena itu, hasil psikotes ini tidak dapat digunakan untuk selamanya. Untuk keperluan lain, sebaiknya diadakan psikotest kembali agar dapat dilihat perkembangannya.

Keterangan Hasil Tes Kecerdasan

Nilai IQ
Klasifikasi
140 ke Atas
Genius
130 - 139
Sangat Superior
120 - 129
Superior
110 - 119
Di atas rata- rata
100 - 109
Rata-rata normal
90 - 99
Rata-rata kurang
80 - 89
Di bawah rata-rata
70 - 79
Agak terbelakang (lamban belajar)
69 ke bawah
Mental terbelakang (lemah mental)
 


How To Master Your Habits

Bagi siapapun yang peduli pada proses pengembangan diri; “mengapa satu orang bisa menguasai satu keahlian tertentu sementara yang lain tidak?” lebih jauh lagi pertanyaannya berkembang menjadi “bagaimana seseorang bisa menguasai suatu keahlian?”

Bagi sebagian besar manusia, keahlian adalah perkara bakat. Bagi sebagian yang lain, keahlian adalah masalah latihan dan pengulangan.

Yang menarik pula, terkadang kita saksikan seseorang sangat termotivasi untuk menguasai satu keahlian, namun dia tak dapat menguasainya. Disisi lain, ada seseorang yang samasekali tak mempunyai motivasi namun menguasai suatu keahlian.
Ya, seseorang yang tidak mempunyai motivasi terhadap keahlian tertentu namun dia bisa melakukannya dengan sangat baik, salahsatu alasannya adalah melakukan pekerjaan  tersebut secara berulang-ulang dan continue.

Contoh sederhana adalah bangun tidur setiap pagi, anda akan bisa menilai jam berapa anda bangun pada setiap paginya, dalam prosesnya setiap pagi mata anda akan terbuka secara otomatis tanpa dibangunkan oleh alarm ataupun orang lain. Jika anda sudah terbiasa bangun setiap hari jam 5 pagi maka itu akan menjadi habits anda.
Kesimpulannya adalah jika anda ingin menguasai suatu hal maka lakukan lah pengulangan terhadap hal tersebut secara continue sampai  anda sangat mahir dan menjadi habits anda.
Begitupula dengan  sukses, lakukan pengulangan kesuksesan sehingga sukses menjadi habits anda.

EQ Bagi Anda Dan Anak Anda

Apakah kecerdasan emosional itu?

Daniel Goleman dalam bukunya yang berjudul Emotional Intelegence menerangkan bahwa jika kita memahami bagaimana otak kita bekerja, kita bisa sendiri mengatasi gejala-gejala emosi kita sendiri secara lebih efektif dan juga mengetahui sebagian emosi kita yang merusak kemauan terbaik dalam diri kita. 

Cerdas emosional=Kesuksesan?

Jawabann nya adalah ya. karena kecerdasan emosional merupakan hal penting menuju kesuksesan hidup, kecerdasaan emosional dibentuk oleh situasi dimasa anak di usia dini dan perkembangan lebih lanjut sepanjang usia sekolahnya. Orangtua, merupakan faktor paling mempengaruhi Ei anak. 

Berikut komponen besar EI

- Kemampuan mengenali perasaan
  anda dan menyuarakan perasaan-    
  perasaan itu.
- Mengetahui hubungan antara pikiran,
  perasaan dan reaksi.
- Kemampuan membuat keputusan,
  bertanggungjawab atas tindakan -    
  tindakan dan mengetahui    
  konsekuensinya.
- Kemampuan mengenali kapan batin
  anda mengatur rasio anda.
- Kemampuan memonitor suara hati
  dan menanggapi pesan- pesan negatif
  dan remeh ketika pesan itu
  menampakan diri.
- Kemampuan mengatasi sendiri rasa
  takut, gelisah, marah dan sedih. 
- Kemampuan menjadi seorang yang
  bisa terbuka dalam hubungan
  hubungan yang tepat memulai
  pembicaraan tentang perasaan pribadi
  anda.
- Mengetahui teknik- teknik mengatasi
  stres, bagaimana melakukan latihan
  mental, mengarahkan imajinasi dan
  metode rileksasi.
- Kemampuan berempati dengan orang
  lain.
- Kemampuan bersikap tegas ketika ada
  peningkatan kebutuhan.
- Kemampuan mengatasi konflik tanpa
  memunculkan sikap agresif.
- Kemampuan menerima keadaan diri
  wecara utuh; bangga dengan
  kelebihannya dan mengakui akan
  kelemahannya.
- Kemampuan bekerja dalam kelompok.






Perilaku utang


Dulu waktu kuliah S2, sempat soal pinjam meminjam uang ini mau aku jadikan topik penelitian untuk menulis thesis namun tidak jadi.

Di budaya jawa, memang orang kalau sudah meminta pinjam uang dan ditolak, rasa malunya besar sekali dan itu berubah jadi marah. Lah, mau pinjam uang, ditolak, malah marah... lucu bukan... Tapi itulah yang terjadi.

Kita juga sulit menolak dengan alasan tidak ada uang, orang tidak akan percaya.

Di sisi lain, orang yang pinjam uang, kalaupun dia dapat rejeki berlebih, maka prioritas membayar utang adalah yang terakhir.

Sebenarnya ada dua tipe pengutang, pertama yang ingin segera utangnya lunas, ini biasanya jarang utang dan kalau utang biasanya kalau terdesak saja. Kalau dia punya rejeki lebih, maka dia akan segera membayar. Utang akan membuatnya susah tidur.

Tipe yang lain, dia nyaman dengan utang, kalaupun ada rejeki lebih, dia tetap akan membayar sesuai dengan aturan, malah kalau bisa dijadwal ulang, akan diperpanjang. Tak jarang mereka akhirnya gali lubang tutup lubang.