Psikologi Ego


Sejak kematian Freud ada perkembangan dalam teori psikoanalitik yaitu munculnya teori psikologi Ego.  Meskipun baru tentang ego, kadang-kadan disebut psikologi ego. Meskipun Freud menganggap ego sebagai eksekutif dari keseluruhan kepribadian, sekurang-kurangnya pada orang yang sehat, namun ia tidak pernah memberinya suatu posisi otonom; ego tetap mengabdi pada kemauan-kemauan id. Dalam apa yang kemudian menjadi pernyataan finalnya tentang teori psikoanalitik, Freud mengulangi (1940) apa yang sudah dikatakannya berkali-kali sebelumnya. "Bagian tertua (id) aparatus mental ini tetap merupakan yang terpenting sepanjang hidup". Id dan insting-instingnya mencerminkan "tujuan sejati kehidupan sang organisme individual". Tidak ada pertanyaan antara ego dan id: id merupakan pihak yang dominan dalam kemitraan tersebut.

Bertentangan dengan pendirian Freud adalah pendirian sejumlah teoritikus psikoanalitik yang memperluas peranan ego dalam keseluruhan kepribadian. Pemimpin teori ego yang baru ini adalah Heinz Hartman (1958,1964). Teori ego yang baru ini tidak hanya mencakuo topik-topik seperti perkembangan prinsip kenyataan (relaity principle) dalam masa kanak-kanak, fungsi-fungsi ego yang integratif atau mempersatukan, proses-proses tambahan pada ego berupa mempresepsikan, mengingat, berpikir dan bertindak serta pertahanan-pertahanan ego, tetapi yang lebih penting, teori ini mengemukakan konsep otonomi ego. Pembicaraan-pembicaraan tentang fungsi-fungsi otonom ego biasanya dimulai dengan mengutip salahsatu artikel terakhir Freud dimana ia menulis, "Tetapi kita tidak boleh mengabaikan fakta bahwa id dan ego pada mulanya adalah satu, dan hal itu tidak mengisyaratkan penilaian yang berlebihan, serba mistis terhadap hereditas apabila kita merasa masuk akal bahwa, bahkan sebelum ego ada, garis-garis perkembangan, kecenderungan-kecenderungan dan reaksi-reaksinya selanjutnya ditetapkan" (Freud, 1937,hlm.343-344).

Bertolak belakang dengan kutipan diatas, Hartmann mengajukan postulasi bahwa ada suatu fase pada awal kehidupan ketika ego dan id terbentuk. Ego tidak muncul dari suatu id yang bersifat bawaan, tetapi masing-masing sistem bersumber pada predisposis-predisposis tertentu yang bersifat inhern dan masing-masing memiliki arah perkembangannya sendiri yang mandiri. Selain itu, ditegaskan bahwa proses-proses ego ini dapat terlepas dari sasaran-sasaran yang bersifat murni instingtif.

Pertahanan-pertahanan ego tidak harus bersifat patologis atau negatif; mereka dapat melayani tujuan-tujuan sehat dalam pembentukan kepribadian. Hartman yakin bahwa suatu pertahanan dapat terlepas dari sumbernya dalam melawan insting-insting dan melayani fungsi-fungsi penyesuaian dan organisasi. Para teoretikus ego juga memandang ego sebagai suatu daerah yang bebas dari konflik. ini berarti bahwa proses-proses tertentu dari ego tidak berada dalam konflik dengan id superego, atau dunia luar.  Tentu proses-proses ego ini bisa bertentangan satu sama lain sehingga orang harus memutuskan manakah dari antara beberapa katau mengadakan adaptasi kemungkinan cara adalah yang terbaik untuk memecahkan masalah atau mengadakan adaptasi.

Sejalan dengan munculnya konsepsi baru tentang ego yang otonom ini bekermbang pula minat orang pada fungsi-fungsi adaftif ego, yakni cara-cara yang tidak defnsif dengan mana ego menghadapi kenyataan, atau apa yang oleh Freud disebut "pengujian kenyataan" (reality testing). untuk melakukan adaptasi-adaptasi yang efektif terhadap dunia, ego memiliki proses-proses kognitif berupa mepersepsikan, mengingat dan berpikir. Salah satu akibat  dari penekanan baru pada proses kognitif ego ini ialah ditariknya psikoanalisis semakin dekat degan psikologi. Diantara tokoh - tokoh yang menganut pandangan ini adalah Rapaport (1960), Gill (1959) dan Klein (1970).

sumber : A. Supratiknya. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis).Yogyakarta. Kansius. 1993

Pertanyaan Saat Wawancara Kerja


Dalam proses rekrutmen pegawai suatu organisasi, beberapa pewawancara sering memulai wawancara di menit-menit pertama dengan mengajukan pertanyaan - pertanyaan "pemanasan" yang akan mengakrabkan dengan orang yang akan diwawancarainya. Pertanyaan-pertanyaan "pemanasan" yang sering diajukan adalah:
  • Sudah lamakah anda menunggu?
  • Pukul berapa anda berangkat dari tempat tinggal Anda ke perusahaan ini?
  • Dengan naik kendaraan apakah Anda tiba di perusahaan ini?
  • Apakah arus lalu lintas  di jalan yang anda lalui lancar atau macet?
  • Apakah Anda menemui kesulitan dalam mencari lokasi perusahaan?
Pertanyaan-pertanyaan ini meskipun kelihatannya tidak penting perlu dijawab dengan serius tetapi santai karena pada tahap ini calon karyawan harus mampu menciptakan kesan pertama yang menyenangkan.

Setelah dilakukan pertanyaan-pertanyaan pemanasan, tahap berikutnya topik pembicaraan wawancara akan berkisar pada diri pribadi, keluarga, riwayat penidikan dan kegiatan di waktu luang yang dilakukan calon karyawan.

Dibawah ini akan diberikan pertanyaan-pertanyaan yang biasa diajukan oleh pewawancara pada tahap permulaan dari suatu wawancara. Antara pertanyaan yang satu dengan pertanyaan lain.

  • Siapakah nama panggilan Anda ?
  • Kapan dan dimana Anda dilahirkan ?
  • Dimanakah alamat Anda sekarang?
  • Apakah Anda betah tinggal di alamat Anda sekarang?
  • Berapakah saudara kandung Anda ?
  • Apakah mereka sudah bekerja ?
  • Apakah pekerjaan orang tua Anda ?
  • Bagaimanakah pendapat keluarga anda pada saat anda mendapat panggilan tes dari perusahaan ini ?
  • Nomer berapakah Anda dalam keluarga ?
  • Apakah Anda sudah berkeluarga ?
  • Apakah istri atau suami Anda juga bekerja ?
  • Apakah Anda sudah memiliki putra ?
  • Berapakah usia putra putri Anda?
  • Apakah Anda mengikuti organisasi atau kegiatan di tempat tinggal Anda ?
  • Apakah Anda memegang jabatan tertentu di organisasi tersebut?
  • Apakah hobi atau kegemaran Anda?
  • Apakah yang anda lakukan pada waktu senggang ?
  • Buku atau majalah apakah yang sering Anda baca?
  • Apakah pendidikan anda yang terakhir?
  • Berapa lama anda menyelesaikan kuliah atau pendidikan Anda ?
  • Apakah olahraga favorit Anda ?
  • Apakah anda aktif berorganisasi saat bersekolah ?
  • Mata pelajaran apa yang anda sukai dan mengapa ?
  • Apakah anda mengikuti kursus atau training lain?
  • Apakah Anda kuat dalam mata kulian eksaka, misalnya matematika ?
  • Apakah anda kuat dalam mata kuliah sosial?
  • Apakah Anda meraih apa yang anda dambakan dari sekolah Anda?
  •  Menurut Anda apakah yang menjadi kunci keberhasilan seseorang dalam suatu prestasi ?
  • Apakah kesimpulan yang Anda peroleh dari penelitian atau karya tulis tersebut?
  • Pernahkah Anda meninggalkan kediaman Anda untuk jangka waktu yang lama ?
  • Bila pernah, dalam rangka apakah Anda meninggalkan rumah Anda ?
Inti Wawancara
Karena wawancara yang dilakukan menyangkut  masalah pekerjaan maka buah pembicaraan akan berpusat pada jabatan atau pekerjaan yang dilamar oleh calon karyawan. Pada tahap ini calon karyawan harus mampu mengungkapkan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya dalam mengisi jabatan yang sesuai.

  • Dimanakah anda tahu bahwa perusahaan ini membutuhkan karyawan baru ?
  • Mengapa anda ingin bergabung dengan perusahaan ini ?
  • Apakah anda pernah melamar di perusahaan atau grup perusahaan ini sebelumnya ?
  • Apakah anda pernah atau juga melamar di perusahaan lain?
  • Siapakah pemilik perusahaan ini?
  • apakah produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan  ini ?
  • Apakah keunggulan produk/jasa yang dihasilkan perusahaan ini ?
  • Apakah anda memiliki saudara yang bekerja di perusahaan ini?
  • Siapa saja yang anda kenal di perusahaan ini ?
  • Coba ceritakan tugas atau pekerjaan dari jabatan yang anda lamar?
  • Apakah anda merasa sanggup atau mampu mengerjakan pekerjaan yang anda lamar?
  • Berapakah gaji yang anda minta ?
  • Mengapa anda meminta gaji sebesar itu ?
  •  Apakah Anda bersedia bila gaji yang anda minta diturunkan?
  • Apakah kelemahan Anda ?
  • Apakah kelebihan Anda ?
  • Apakah anda pernah bekerja sebelumnya?
  • Apakah jabatan pekerjaan Anda dalam pekerjaan itu?
  • Apakah tugas Anda dalam pekerjaan itu?
  • Ceritakan pengalaman yang paling anda sukai dari pekerjaan itu?
  • Ceritakan pengalaman yang paling Anda tidak sukai dari pekerjaan itu? 
  • Apakah anda bersedia ditempatkan di kantor cabang di kota lain?
  • Apakah anda bersedia mengikuti ikatan dinas atau kontrak kerja untuk jangka waktu tertentu?
  • Apakah Anda bersedia untuk tidak menikah pada saat ikatan dinas?
  • Apakah Anda bersedia untuk megikuti training atau pendiikan yang diadakan oleh  perusahaan?
  • Apakah anda bersedia untuk bekerja hingga larut malam atau lembur?
  • Apakah kondisi fisik anda kuat bila bekerja hingga larut malam?
  • Apakah anda puas dengan yang pernah anda raih selama bekerja semuanya?
  • Apakah anda dapat bekerja sama dengan rekan-rekan kerja anda terdahulu?
  • Apakah anda membina hubungan baik yang baik dengan atasan anda?
  • Apakah anda membina hubungan baik dengan bawahan anda?
  • Apakah anda pernah melakukan suatu perbaikan atau perubahan terhadap perusahaan anda bekerja sebelumnya?
  • Apakah anda terikat kontrak dengan perusahaan lain?
  • Berapakah penghasilan terakhir anda?
  • Bila anda menghadapi persoalan dan harus engambil keputusan apakah langkah-langkah yang akan anda lakukan?
  • Terhadap hal-hal apa Anda sulit mengambi keputusan?
  • Apakah yang Anda lakukan sementara anda belum memperoleh pekerjaan atau menganggur?
  • Apakah motto atau falsafah yang anda pegang dalam hidup anda?
  • Apakah obsesi anda apabila diterima di perusahaan ini?
  • Apabila diterima bekerja di perusahaan ini, bagaimana dengan tempat tinggal anda dan keluarga anda?
  • Apakah anda mampu untuk membina hubungan baik dan saling membantu dengan rekan-rekan kerja anda  diterima bekerja di perusahaan ini?

Pertanyaan-pertanyaan "apakah. . . .?" jangan hanya dijawab dengan satu kata ya dan tidak saja, tetapi berilah keterangan mengapa, siapa atau bagaimana. 

sumber : Istiyanto.1999. 7 Proses seleksi karyawan. Universitas Atma Jaya. Yogyakarta

beberapa hal yang perlu diperhatikan saat wawancara kerja



Dalam proses rekrutmen pegawai suatu perusahaan, pasti akan ada tahap wawancara. Pada proses wawancara ini adalah kesempatan bagi pelamar untuk dapat meyakinkan pihak perusahaan bahwa pelamar layak menjadi pegawai dari perusahaan atau organisasi yang dilamar.

Untuk itu ada beberapa hal yang perlu di tampilkan dari diri pelamar diantaranya sebagai berikut :

  1. Percaya diri dan tunjukan bahwa anda siap untuk diwawancara
  2. berjabat tangan dengan ramah dalam menyalami pewawancara. Perkenalkan diri anda dengan menggunakan cara yang sama seperti yang digunakan oleh pewawancara. Buatlah suatu kesan awal yang baik.
  3. Pertahankan sikap tenang anda (rileks). Tunjukan semangat dan minat anda yang sungguh-sungguh sepanjang wawancara berlangsung.
  4. Pertahankan tatapan mata anda yang baik, sikap badan yang sempurna, dan berbicaralah dengan ucapan yang khas. Jangan bersedekap tangan atau memain - mainkan perhiasan, rambut, atau pakaian anda. Duduklah secara sopan pada kursi yang telah disediakan. Janganlah merokok meskipun diperkenankan.
  5. Hafalkan riwayat hidup anda dan sajikan "Selling Point" Anda. Dengarkan setiap pernyataan dan berilah jawaban yang sesuai. Hindarilah jawaban yang terlalu singkat tetapi berikan penjelasan yang tepat, logis dan analitis.
  6. Tunjukan kemampuan kemampuan anda seperti : kemampuan untuk mengungkapkan dengan perkataan yang efektif, kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain, kemampuan untuk bekerja secara independen (mandiri) dan mengatur waktu secara efektif
  7. Dari sebagian terbesar waktu, biarkan pewawancara mengambil inisiatif namun tidak berarti anda menjadi pasif. Carilah kesempatan pada hal-hal yang ingin anda dengar oleh pewawancara.
  8. Berikan jabat tangan anda pada saat wawancara selesai dan kemukakan bahwa anda sungguh-sungguh tertarik akan jabatan pekerjaan yang ditawarkan.

Marketing Executive

Masing-masing posisi di dalam struktur organisasi di atas memiliki deskripsi jabatan dan spesifikasi jabatan tersendiri. Deskripsi jabatan merupakan suatu pernyataan yang teratur dari berbagai tugas dan kewajiban suatu jabatan tertentu, sehingga suatu deskripsi jabatan untuk posisi tertentu akan berbeda dengan deskripsi jabatan yang lain.

Fungsi Marketing Executive :
Membuat manager pemasaran dalam mengembangkan strategi pemasaran agar produk dapat diterima dengan baik. Sementara tugas-tugas dari marketing executive sebagai berikut :
  • Mencari dan memperoleh pelanggan baru 
  • Membina hubungan baik dengan para pelanggan
  • Menyampaikan informasi tentang produk dan jasa perusahaan pada para pelanggan
  • Menyampaikan informasi tentang produk dan jasa perusahaan pada para pelanggan
  • Memberikan berbagai pelayanan kepada pelanggan, memberikan penyajian yang efektif, memberikan nasehat atau saran sehubungan dengan masalah yang dihadapi pelanggan, memberikan bantuan teknis, dan penyerahan barang terhadap pelanggan.
Tanggung Jawab Marketing Executive terhadap :
  • Pencapaian target penjualan yang telah direncanakan
  • Informasi yang disampaikannya
  • Tugas- tugas yang didelegasikan

Wewenang Marketing Executive 
  • Mengusulkan konsep-konsep pemasaran yang relevan
  • Meminta nasihat, bimbingan dan petunjuk dari atasan
  • Meminta fasilitas yang dapat memperlancar pekerjaan
 Contoh Spesifikasi jabatan untuk marketing executive di suatu perusahaan adalah sebagai berikut :
  • Pendidikan : minimal S-1 dari seluruh disiplin ilmu 
  • Pengetahuan dan keterampilan : mampu mengoprasikan komputer dan berkomunikasi dalam bahasa inggris secara aktif
  • Status : belum menikah
  • Jenis kelamin :pria /wanita 
  • Usia : 24-30 tahun 
  • Kewarganegaraan : Indonesia 
  • Persyaratan fisik : berpenampilan menarik dengan berat badan dan tinggi badan proporsional 
  • Memiliki relasi yang luas dan mudah bergaul
  • Tingkat kecerdasan (IQ) minimal 110


sumber : Istiyanto.1999. 7 Proses seleksi karyawan. Universitas  Atma Jaya. Yogyakarta

Pengaruh Televisi Terhadap Perkembangan Anak



Televisi dapat menimbulkan dampak-dampak bagi pemirsanya, khususnya pada anak-anak. Rasa ingin tahu terhadap informasi menyebabkan pengaruh media terhadap anak semakin besar dengan adanya berbagai macam teknologi yang canggih. Dampak negatif dari acara televisi lebih besar daripada dampak positifnya. Dari televisi, anak-anak dapat menyaksikan semua tayangan pada program apapun sampai tayangan yang seharusnya belum layak atau pantas mereka tonton. Banyak acara-acara distasiun televisi yang kurang berkualitas yang bisa menjerumuskan anak pada hal-hal yang negatif.

Seperti acara kekerasan, seks, tindak kriminal kejahatan dan masih banyak acara yang tidak selayaknya menjadi perhatian anak. Acara-acara yang menyajikan sarana edukatif sangat sedikit sekali. Dalam hal ini, peranan orang tua sangat penting dalam mengatasi dampak tersebut. Dalam perkembangannya, lingkungan sangat berpengaruh dalam psikologs anak, sehingga anak tidak bisa terlepas dari bimbingan orang tuanya. Orang tua berperan dalam mengawasi, mengontrol dan memperhatikan segala aktivitas anaknya, terutama dalam menonton televisi. Mana tanyangan yang pantas dan layak untuk ditonton oleh anak.


Dalam benak banyak orang dewasa, film-film kartun dan film-film robot dianggap merupakan film anak-anak dan cocok dikonsumsi oleh mereka karena format penyajiannya disesuaikan dengan perkembangan anak-anak. Benarkah demikian? Jawabnya tidak semua film-film tersebut cocok dikonsumsi anak-anak. ContohnyaB art Simpson dan Crayon Sinchan yang cukup populer di Indonesia, sebenarnya tidak cocok untuk anak-anak, karena bercerita dalam bahasa yang kasar dan tingkahlaku urakan.

Tetapi diawal kemunculannya, orangtua membiarkan kedua film tersebut ditonton oleh anak-anak karena format penyajian dan jam tayangnya yang pas dengan waktu anak menonton televisi. Setelah berjalan beberapa lama barulah orangtua menyadari kalau tontonan tersebut tidak cocok dan ramai-ramai mengajukan protes kepada stasiun televisi. Akhirnya kemudian film tersebut diberi keterangan bukan untuk konsumsi anak-anak.


Dampak yang timbul untuk anak televisi.menurut penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Amerika Serikat terungkap bahwa televisi ternyata cuma bagus untuk ditonton pada anak-anak dengan rentang usia tertentu. Pada anak di bawah usia tiga tahun, dampak negatif televisi justru lebih terasa. Terbukti tayangan televisi dapat menurunkan kemampuan membaca, membaca komprehensif, bahkan penurunan memori pada anak.

Menurut Effendy (1986: 122), “Pengaruh televisi tidak lepas dari pengaruh terhadap aspek-aspek kehidupan pada umumnya. Bahwa televisi menimbulkan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat Indonesia, sudah banyak mengetahui dan merasakannya, baik pengaruh positif ataupun negatifnya. Acara televisi pada umumnya mempengaruhi sikap, pandangan persepsi, dan perasaan para penonton. Sehingga mengakibatkan penonton terharu, terpesona, atau latah. Sebab salah satu pengaruh psikologis televisi seakan-akan menghipnotis penonton sehingga mereka seolah-olah hanyut dalam keterlibatan kisah atau peristiwa yang disajikan televisi. Setiap orang akan senang jika menonton tayangan yang disukainya di televisi”.

Pengaruh media terhadap anak semakin bersar, teknologi semakin canggih dan intensitasnya semakin tinggi. Perkembangan industri digital yang sangat cepat itu menjadi tantangan berat bagi dunia pendididkan dan orang tua dalam menyiapkan anak didik untuk dapat mengahadapi “banjir informasi” yang dibawa oleh media. Padahal orang tua mempunyai waktu yang cukup untuk memperhatikan, mendampinya dan mengawasi anak. Anak lebih banyak menghabiskan waktu menonton TV daripada melakukan kegiatan lainnya.

Dampak negatif dari acara televisi lebih besar daripada dampak positif pada perkembangan anak. Dari televisi, anak-anak dapat menyaksikan semua tayangan termasuk yang belum layak mereka tonton, mulai dari kekerasan dan kehidupan seks. Dampak-dampak negatif dalam acara televisi antara lain:

  • Berpengaruh terhadap perkembangan otak 
  • Menurunnnya atau hilangnya minat membaca dan motivasi anak sehingga anak tidak mempunyai semangat belajar 
  • Perubahan perilaku pada karekter dan mental penontonnya menjadikan anak menjadi konsumtif karena tayangan iklan yang menawarkan berbagai macam produk memikat dan membuat ketagihan sehingga anak menjadi malas belajar 
  • Mengurangi kreatifitas, kurang bermain dan bersosialisasi menjadi manusia individualais dan sendiri 
  • Meningkatnya agresifitas dan kriminalitas terlalu sering nonton televisi dan tidak pernah membaca menyebabkan anak akan memiliki pola fikir sederhana, kurang kritis, linier atau searah dan pada akhirnya akan mempengaruhi imajinasi, intelektualitas, dan perkembangan kognitifnya 
Siaran-siaran televisi telah meracuni otak anak-anak dengan berbagai macam tayangan yang belum sepantasnya menjadi tontonan mereka. Anak-anak belum mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk serta mana yang pantas dan tidak pantas. Mereka hanya tahu bahwa televisi itu bagus, mereka merasa senang dan terhibur serta merasa penasaran untuk terus mengikuti acara demi acara berikutnya. Media televisi mempunyai daya tiru yang sangat kuat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Dampak negatif ini menjadi perhatian orang tua untuk membatasi waktu menonton televisi, mengawasi serta menyeleksi tayangan yang pantas ditonton oleh anak-anak.



SUMBER : 

Bagaimana mengelola kemarahan anda dalam : 60 Detik


Marah adalah emosi yang normal. Masalahnya datang tergantung pada apa yang kita lakukan dengan kemarahan kita. Ekspresi selain berbicara tentang kemarahan kita adalah tindakan atas kemarahan kita dan bisa bersifat destruktif bagi orang lain dan kita sendiri. Tujuan akhir kita adalah belajar mengekspresikan perasaan marah dengan tenang lewat kata-kata. Banyak dari kita belajar cara mengungkapkan kemarahan dengan lebih konstruktif dalam : 60 detik pertama pada saat marah. Dengan berlatih, anda akan mencapai sasaran akhir mengekspresikan kemarahan dengan tenang lewat kata-kata dan hanya dalam : 60 Detik. Manfaatnya adalah anda merasa lebih dimengerti, bisa cepa memecahkan konflik dan merasa lebih bahagia dengan diri sendiri.

Empat Tahap : 60 Detik Manajemen Kemarahan : C.A.R.E 

Anda bisa belajar C.A.R.E, empat pelaksanaan teknik yang tepat unuk melakukan : 60 detik manajemen kemarahan, yaitu :

1) Commitment to change = Komitmen untuj mengubah diri
2) Awareness of your early warning signs = Kesadaran akan tanda peringatan diri Anda
3) Relaxation = Relaksasi
4) Exercising self-control with Time Outs = Latihan kontrol diri dengan waktu jeda

Dengan belajar melakukan C.A.R.E, anda akan ingat tahap : 60 detik manajemen kemarahan.

Sumber : Michael Hershorn dalam Buku Mengelola Kemarahan



Mini Seminar Membangun Team Work Yang Efektif



Pada hari Jumat, tanggal 4 Desember 2015 Bina Grahita Mandiri telah sukses melaksanakan mini seminar yang bertemakan Membangun Team Work Yang Efektif.

Untuk bisa mencapai visi dan misi suatu organisasi tentunya diperlukan team work yang efektif, semoga setelah mengikuti mini seminar ini bisa mendapatkan pencerahan tentang team work. Tetap Semangat :-)






lowongan kerja sipil / lapangan 2015


> Posisi pekerjaan/ jabatan : Sipil / Lapangan
> Level Pekerjaan : Supervisor
> Jenis kelamin : Laki-laki
> Usia Minimal : 25 tahun
> Pendidikan : S1 - Tehnik Sipil
> Keterampilan yang harus di miliki :
-- Cekatan
-- Tegas
-- Disiplin
-- Jujur
-- Mengerti sipil (tehnik lapangan dan gambar)
> Status bebas yang penting bersedia lembur & tugas ke luar kota
> Punya kendaraan pribadi/ sepeda motor
> Harus punya sim A & C
> Pengalaman kerja minimal 2 thn
> Bahasa asing yang di kuasai bahasa Inggris minal pasif
> Gaji UMR + +
Fasilitas yang akan di berikan Komisi per proyek dll
> Uraian tugas secara umum : Mengawasi pekerjaan mulai dari gambar mentah, break down ke tukang, jenis" bahan, laporan mingguan, pengawasan di lapangan hingga final.
> Penempatan Surabaya dan seluruh kota tujuan/ Indonesia (dinas)

Kriteria yang di harapkan : Konsisten, punya jiwa pemimpin, jujur, di siplin, rajin, bertanggung jawab, sanggup cari solusi, & bekerja di bawah tekanan.
Daftarkan segera diri Anda, kami tunggu ya.. smile emotikon
Info lebih lanjut silahkan hubungi:
Office : (031) 3526207, 3542570
CP (Uny) : 0877 5130 6501 / 0821 4058 2077
Email : training.bgm@gmail.com

lowongan kerja accounting surabaya 2015


LOWKER TERBARU,,,
Di cari calon karyawan URGENT,,,
- Jabatan / Posisi : Accounting
- Level Pekerjaan : Staff
- Jenis kelamin : Perempuan
- Usia : Min 25 thn, Max 35 thn
- Status : Bebas
- Pendidikan : D3 / S1 Akuntansi
- Keterampilan yg harus di miliki :
* Accounting
* Bahasa Inggris
* Bahasa Mandarin

- Surat ijin mengemudi yg harus di miliki : SIM C
- Tidak harus berpengalaman kerja yang penting mau belajar dan mau di ajarin
- Bahasa asing yang harus di kuasai : "Mandarin" dengan kualifikasi "Dasar"
- Gaji : minim 3,5 jt, maximal 5 jt
- Uraian tugas secara umum : Accounting, administrasi, sekretaris
- Hari kerja : Senin - sabtu jam kerja : 08:30 - 16:30
- Penempatan di kota : Surabaya
- Lebih di utamakan : Chiness
- Agama : Khatolik / Kristian / Budha
Info lebih lanjut silahkan hubungi:
Office : (031) 3526207, 3542570
CP (Uny) : 0877 5130 6501 / 0821 4058 2077
Email : training.bgm@gmail.com

Psikologi Humanistis


Psikologi humanis adalah pendekatan psikologi yang menekankan kehendak bebas, pertumbuhan pribadi, kegembiraan, kemampuan untuk pulih kembali setelah mengalami ketidakbahagiaan, serta keberhasilan dalam merealisasikan potensi manusia. Tujuan psikologi humanis adalah membantu manusia mengekspresikan dirinya secara kreatif dan merealisasikan potensinya secara utuh. Pencetus psikologi humanistik adalah Abraham Maslow.

Psikologi humanistik dapat dimengerti dari tiga ciri utama, yaitu:
  • Psikologi humanis menawarkan satu nilai yang baru sebagai pendekatan untuk memahami sifat dan keadaan manusia
  • Psikologi humanis menawarkan pengetahuan yang luas akan kaedah penyelidikan dalam bidang tingkah laku manusia
  • Psikologi humanis menawarkan metode yang lebih luasakan kaedah-kaedah yang lebih efektif dalam dalam pelaksanaan psikoterapi
Aliran ini muncul akibat reaksi atas aliran behaviourisme dan psikoanalisis. Kedua aliran ini dianggap merendahkan manusia menjadi sekelas mesin atau makhluk yang rendah. Salah satu tokoh dari aliran ini – Abraham Maslow – mengkritik Freud dengan mengatakan bahwa Freud hanya meneliti mengapa setengah jiwa itu sakit, bukannya meneliti mengapa setengah jiwa yang lainnya bisa tetap sehat.

Adalah Viktor Frankl yang mengembangkan teknik psikoterapi yang disebut sebagai logotherapy (logos = makna). Pandangan ini berprinsip:
a. Hidup memiliki makna, bahkan dalam situasi yang paling menyedihkan sekalipun.
b. Tujuan hidup kita yang utama adalah mencari makna dari kehidupan kita itu sendiri.
c. Kita memiliki kebebasan untuk memaknai apa yang kita lakukan dan apa yang kita alami bahkan dalam menghadapi kesengsaraan sekalipun.
Frankl mengembangkan teknik ini berdasarkan pengalamannya lolos dari kamp konsentrasi Nazi pada masa Perang Dunia II, di mana dia mengalami dan menyaksikan penyiksaan-penyiksaan di kamp tersebut. Dia menyaksikan dua hal yang berbeda, yaitu para tahanan yang putus asa dan para tahanan yang memiliki kesabaran luar biasa serta daya hidup yang perkasa. Frankl menyebut hal ini sebagai kebebasan seseorang memberi makna pada hidupnya.
Logoterapi ini sangat erat kaitannya dengan SQ tadi, yang bisa kita kelompokkan berdasarkan situasi-situasi berikut ini:
a. Ketika seseorang menemukan dirinya (self-discovery). Sa’di (seorang penyair besar dari Iran) menggerutu karena kehilangan sepasang sepatunya di sebuah masjid di Damaskus. Namun di tengah kejengkelannya itu ia melihat bahwa ada seorang penceramah yang berbicara dengan senyum gembira. Kemudian tampaklah olehnya bahwa penceramah tersebut tidak memiliki sepasang kaki. Maka tiba-tiba ia disadarkan, bahwa mengapa ia sedih kehilangan sepatunya sementara ada orang yang masih bisa tersenyum walau kehilangan kedua kakinya.
b. Makna muncul ketika seseorang menentukan pilihan. Hidup menjadi tanpa makna ketika seseorang tak dapat memilih. Sebagai contoh: seseorang yang mendapatkan tawaran kerja bagus, dengan gaji besar dan kedudukan tinggi, namun ia harus pindah dari Yogyakarta menuju Singapura. Di satu sisi ia mendapatkan kelimpahan materi namun di sisi lainnya ia kehilangan waktu untuk berkumpul dengan anak-anak dan istrinya. Dia menginginkan pekerjaan itu namun sekaligus punya waktu untuk keluarganya. Hingga akhirnya dia putuskan untuk mundur dari pekerjaan itu dan memilih memiliki waktu luang bersama keluarganya. Pada saat itulah ia merasakan kembali makna hidupnya.
c. Ketika seseorang merasa istimewa, unik dan tak tergantikan. Misalnya: seorang rakyat jelata tiba-tiba dikunjungi oleh presiden langsung di rumahnya. Ia merasakan suatu makna yang luar biasa dalam kehidupannya dan tak akan tergantikan oleh apapun. Demikian juga ketika kita menemukan seseorang yang mampu mendengarkan kita dengan penuh perhatian, dengan begitu hidup kita menjadi bermakna.
d. Ketika kita dihadapkan pada sikap bertanggung jawab. Seperti contoh di atas, seorang bendahara yang diserahi pengelolaan uang tunai dalam jumlah sangat besar dan berhasil menolak keinginannya sendiri untuk memakai sebagian uang itu untuk memuaskan keinginannya semata. Pada saat itu si bendahara mengalami makna yang luar biasa dalam hidupnya.
e. Ketika kita mengalami situasi transendensi (pengalaman yang membawa kita ke luar dunia fisik, ke luar suka dan duka kita, ke luar dari diri kita sekarang). Transendensi adalah pengalaman spiritual yang memberi makna pada kehidupan kita.

sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_humanis
www.blogpsikologi.com

Sumber-Sumber Stress



Meskipun pendekatan yang sering digunakan untuk memahami stress berasal dari pandangan interaktif, namun kita juga mengetahui potensi stressor yang ada di lingkungan (Sutherland & Cooper, 1990).

Sumber stres dapat berubah-ubah, sejalan dengan perkembangan manusia, tetapi kondisi stress juga dapat terjadi di setiap saat disepajang kehidupan. Darimana sajakah stress berasal? Apa sajakah sumber-sumber itu? untuk menjawab hal ini banyak literatur yang dapat digunakan, tergantung pada latar belakang teoritis dan bidang penerapannya. Sarafino (1990) membedakan sumber-sumber stress, di dalam individu, keluarga, komunitas dan masyarakat.

Sumber-sumber stres di dalam diri seseorang
Terkadang sumber stress itu ada di dalam diri seseorang. Salahsatunya melalui kesakitan. Tingkatan stres yang muncul tergantung pada keadaan rasa sakit dan umur individu (sarafino, 1990)

Stres juga akan muncul dalam diri seseorang melalui penilaian dari kekuatan motivasional yang melawan, bila seseorang mengalami konflik. Konflik merupakan sumber stress yang utama. Menurut Teori Kurt Lewin, Kekuatan motivasional yang melawan menyebabkan dua cenderungan yang melawan : perdekatan dan penghindaran. Cenderungan tersebut menggolongkan tiga jenis pokok dari konflik : 
a. konflik perdekatan /perdekatan
b. konflik penghindaran /penghindaran
c. konflik perdekatan /penghindaran

Sumber-sumber stress di dalam keluarga
Stress ini dapat bersumber dari interaksi diantara anggota keluarga, seperti : perselisihan dalam masalah keuangan, perasaaan saling acuh tak acuh, tujuan-tujuan yang saling berbeda, dll. misalnya : perbedaan keinginan tentang acara televisi yang akan ditonton, perselisihan antara orang tua dengan anak yang menyetel tape-nya keras-keras, tinggal di suatu lingkungan yang terlalu sesak, kehadiran adik baru. Khusus pada penambahan adik baru ini, dapat menimbulkan perasaan stres terutama pada diri ibu yang selama kehamilan (selain perasaan senang, tentu), dan setelah kelahiran.

Rasa stress pada ayah sehubungan dengan adanya anggota baru dalam keluarga, dapat diterangkan sebagai ke khawatiran akan berubahnya interaksi dengan ibu sebagai istrinya atau kehawatiran akan bertambahnya biaya.

Para orang tua yang kehilangan anak-anaknya atau pasangannya karena kematian akan merasa kehilangan arti (Sarafino, 1990). Dilaporkan bahwa ibu akan menjadi kehilangan harapan dimasa-masa yang akan datang dan merasa sangat kehilangan. Para ibu akan merasa kehilangan identitas dan peran sebagai ibu. Demikian pula perasaan kehilangan karena kematian pasangannya. Mereka yang ditinggalkan akan merasa kehilangan harapan dan peran, kehilangan rasa cinta, perasaan istimea dan kehilangan rasa aman. Perasaan kehilangan ini akan semakin terasa terutama pada masa dewasa awal (Safarino, 1990).

Sumber-sumber stress didalam komunitas dan lingkungan
Interaksi subyek diluar lingkungan keluarga melengkapi sumber-sumber stress. Contohnya : pengalaman stress anak-anak di sekolah dan di beberapa kejadian kompetitif, seperti olahraga. sedangkan beberapa pengalaman stress orang tua bersumber dari pekerjaannya dan lingkungan yang stressfull sifatnya. Khususnya, 'Occupational stress' telah diteliti secara luas.

Daftar Pustaka :Smet Bart. 1994. Psikologi Kesehatan. Jakarta. PT. Grasindo Anggota IKAPI


Tes kepribadian "Mengetahui Kepribadian dengan memilih sebuah pohon"



Pada umumnya, untuk membantu menjelaskan kepribadian seseorang, sebuah tes kepribadian akan menggunakan bantuan angka-angka dan kemudian hasilnya di interpretasikan/dideskripsikan kedalam kualitatif. Hal ini karena kepribadian tidak dapat diukur, tetapi hanya dapat dideskripsikan. Kali ini, the-open-mind.com melansir sebuah permainan mengukur kepribadian bernama Fun Personality Test - Pick a Tree. Sesuai dengan namanya, Anda bisa mengetahui kepribadian Anda dari gambar pohon yang Anda pilih. 

Pohon Nomor 1: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 1, kemungkinan besar Anda merupakan seorang pekerja keras. meskipun begitu Anda bukanlah seorang yang egois, justru Anda merupakan sosok yang murah hati dan selalu berbuat baik dan mempunyai ambisi yang tinggi. Apa yang Anda lakukan sebenarnya hanya karena ingin membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Sayangnya, tidak semua orang bisa mengapresiasi usaha Anda. 

Pohon Nomor 2: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 2, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang bertanggung jawab dan peduli pada kepentingan orang lain, jujur dan menyenangkan. Orang lain bisa dengan mudah memberikan kepercayaannya kepada Anda. humoris adalah sifat Anda sehingga membuat orang lain mudah dekat Anda karena Anda selalu punya cerita yang bisa dibagi. 

Pohon Nomor 3: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 3, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang cerdas dan merupakan pemikir yang hebat. Anda selalu memperjuangkan sesuatu yang Anda anggap benar. intuitif merupakan sifat alami Anda. Waktu menyendiri adalah saat-saat yang selalu Anda gunakan untuk berpikir. Kebohongan atau tipuan adalah hal-hal yang tidak Anda sukai. 

Pohon Nomor 4: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 4, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang sangat unik dengan sikap intuitif Anda. Anda tergolong sebagai seorang filosof yang suka berpikir dengan mendalam. Karena itulah banyak orang yang sering salah paham dengan Anda. Anda selalu butuh ruang untuk menyendiri dengan kreativitas yang perlu selalu dikembangkan. Hanya saja Anda orang yang sangat emosional. 

Pohon Nomor 5: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 5, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang penuh percaya diri dan mandiri. Takut bukanlah salah satu dari Anda. Anda paling tahu cara untuk membuat diri Anda dan orang-orang di sekitar Anda tetap kuat. Yang Anda butuhkan dari orang-orang di sekitar Anda hanyalah kejujuran, meskipun kejujuran itu pahit bagi Anda. 

Pohon Nomor 6: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 6, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang ramah dan peka sehingga Anda memiliki banyak teman karena menciptakan sebuah hubungan dengan orang lain bukanlah sesuatu yang sulit bagi Anda. Anda memiliki aura yang hangat dan terang, orang-orang bisa merasa nyaman saat berada di dekat Anda. Anda menghabiskan waktu Anda untuk fokus pada bagaimana cara Anda untuk menjadi sosok yang lebih baik. Anda selalu butuh cinta, dan selalu siap mencintai siapapun meskipun orang tersebut tak mencintai Anda. 

Pohon Nomor 7: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 7, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang tenang dan bahagia. Anda bisa menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi siapa pun karena Anda memiliki sifat yang peka dan sangat pengertian. Anda benar-benar menyadari bahwa setiap orang punya caranya sendiri untuk menjalani hidupnya. Cemas hanya sesekali saja menghampiri diri Anda dan Anda bisa dengan mudah merasa tenang. 

 Pohon Nomor 8: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 8, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang mudah menarik perhatian dan energik, dengan begitu orang-orang di sekitar Anda senang dengan keberadaan Anda karena Anda pintar membuat suasana ceria dan penuh tawa. Ada banyak hal yang membuat Anda tertarik dan Anda akan mencari tahu sesuatu sampai ke akar-akarnya untuk bisa memuaskan diri. Jiwa petualang ada di dalam darah Anda. Anda adalah sosok yang spontan dan antusias. 

Pohon Nomor 9: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 8, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang penuh optimisme dan sering mendapatkan keberuntungan. Hidup hanya sekali, Anda merupakan seorang yang berusaha untuk melakukan segala hal yang terbaik dalam hidup Anda. Setiap kesempatan yang ada dalam hidup Anda gunakan sebaik-baiknya untuk bisa saling memaafkan, belajar, dan berkembang. Kelebihan Anda adalah, Anda bersedia berbagi rasa suka dan duka dengan orang-orang yang Anda sukai. 

sumber : http://chillinaris.blogspot.co.id/2015/02/tes-kepribadian-memilih-sebuah-pohon.html

Memahami Peran Ayah

Para ahli psikolog dewasa ini cenderung meninggalkan hal-hal yang terlalu bersifat teoritis, dan banyak mengalihkan perhatian ke observasi langsung. Termasuk soal peran ayah. Sejak tahun 1970-an, banyak ahli psikolog secara langsung meneliti peran ayah dalam keluarga.

Hasil penelitian terhadap perkembangan anak yang tidak mendapat asuhan dan perhatian ayah menyimpulkan, perkembangan anak menjadi pincang. Kelompok anak yang kurang mendapat perhatian ayahnya cenderung memiliki kemampuan akademisi menurun, aktivitas sosial terhambat, dan interaksi sosial terbatas. Bukan bagi anak laki-laki, viri maskulinnya (ciri-ciri kelakian) bisa menjadi kabur.

Meski kebenaran hasil penelitian itu tidak mutlak, tetapi setidaknya mengungkapkan secara jelas keadaan pada masa pra-remaja. Blanchard dan Biller (1971) misalnya mencoba membandingkan empat kelompok anak dalam kemampuan akademiknya. Data diambil dari hasil ujian yang diberikan guru mereka di sekolah. Kelompok pertama adalah anak ditinggalkan ayah sebelum usia 5 tahun, kelompok ke dua adalah anak yang ditinggalkan ayahnya setelah usia 5 tahun.

Dalam anak yang ditinggalkan ayah sebelum usia lima tahun kelihatan sekali bahwa kemampuan akademiknya menurun dibandingkan dengan anak yang ayahnya terlibat penuh dalam proses pembinaan perkembangan anak.  Pengertian absennya ayah pada diri anak bisa karena meninggal, perceraian atau juga karena tidak terlibat dalam proses pembinaan langsung pekembangan anak.

Dari penelitian tersebut kemudian timbul pertanyaan, bagaiman sebaiknya peran ayah dalam membantu perkembangan anak. Apakah terus dipertahankan anggapan bahwa ayah itu kurang penting dalam perkembangan anak, lantaran ayah itu kurang melakukan kontak langsung dengan anaknya? Apa masih perlu dipertahankan pandangan lama bahwa pengaruh orang tua terhadap anaknya hanya terbentuk kalau ada kontak langsung? Bagaimana dengan kebiasaan kebanyakan ayah yang tidak aktif mengasuh anaknya ? Semua pertanyaan itu muncul karena timbul kesadaran baru dalam bidang pendidikan dan psikologi bahwa peran ayah sebetulnya tidak kalah pentingnya dengan peran ibu.

Tidak diragukan lagi bahwa ayah itu berperan penting terhaap perkembangan anaknya secara langsung. mereka dapat membelai, mengadakan kontak bahasa, berbicara atau bercanda dengan anaknya. Semua itu akan sangat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. 

Pengaruh ayah ini tentu saja tidak diterima begitu saja secara pasif oleh anak. Suatu interaksi pasti terjadi. Sifat hubungan ayah - anak selalu timbal balik. Anak juga dapat mempengaruhi ayahnya. Misalnya kalau anak menangis di waktu malam, aya terpaksa bangun. Hubungan timbal balik aktivitas ini memunculkan suatu proses sosialisasi antara ayah dengan anak. Ayah akan cepat memahami tingkah laku anaknya yang berusia 4 tahun yang cenderung bertingkah macam-macam. Anak misalnya merengek rengek minta naik pesawat atau gajah. Semua tindakan ini mempengaruhi perilaku ayah.

sumber : buku Psikologi Keayahan Drs. Save M. Dagun Penerbit Rineka Cipta

Beberapa Teori Keayahan


Teori-teori tentang keayahan baru muncul dan berkembang sejak tahun 1970-an , dan hasil berbagai penelitian banyak mengubah secara drastis konsep dan anggapan tentang keayahan.

Anggapan lama masyarakat ialah seorang ayah sesungguhnya tidak terlalu berperan dalam kehidupan anak. Dibandingkan dengan ibu, ayah memang kelihatan jauh dari anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, lebih-lebih dalam masyarakat. Dua ahli terkenal yang bisa disebut memperkeuat pandangan lama ini adalah Sigmund Freud, seseorang psikoanalis, dan Jhon Bowlby, seorang ethologis Inggris. Teori dan dua tokoh ini sering menjadi referensi pemikiran menekankan bahwa tokoh ibu merupakan sentral dalam kehidupan anak.

Pikiran Freud yang paling penting dan masih berpengaruh sampai sekarang ialah teorinya tentang perkembangan sosial seseorang sangat ditentukan oleh pengalaman pada awal masa kanak-kanaknya. Menurut Freud, tingkat pemuasan pada masa kanak-kanak akan sangat mempengaruhi tingkah laku seseorang di kemudian hari.

Pemikiran Freud ini kemudian menjadi sorotan beberapa ahli, dan pandangan freud itu juga akhirnya digugat, apakah kegiatan yang dilakukan kaum ibu menjadi alasan menyampingkan peran tokoh ayah? Beberapa tahun belakangan ini teori Freud cenderung dipertanyakan.

Kemudian Muncul teori baru yang mencoba meninjau kembali kebenaran pikiran Freud. Pada tahun 1940-an dan 1950-an, Robert Sears dan Jhons Whiting misalnya mencoba meneliti kembali pemikiran Freud dan kemudian dikaitkan dengan toeri belajar modern. Kedua Psikolog ini berpendapat, anak-anak itu dapat memperoleh kepuasan apabila dorongan-dorongan biologis dasar seperti lapar dan haus diatasi. Dalam soal ini seorang ibu memang mudah dilihat penting bagi sorang anak terutama karena selalu menyuapkan makanan kepada anaknya. Sebaliknya, seorang ayah biasaya kurang terlibat dalam memberi makan. Tetapi tidak bisa begitu saja dapat disimpulkan ayah kurang berperan dalam perkembangan anak. 

Analisis dan anggapan bahwa faktor biologis yang membedakan peran ayah dengan ibu, kini memang tidak dianggap serius lagi dan hanya sebagai mitos aja. Ross de Parke bahkan menegaskan, faktor biologis itu tidak dapat digunakan lagi sebagai argumentasi untuk menjelaskan perbedaan peranan ayah dan perannya hanyalah suatu penyimpangan pikiran zaman. sudah mucul revolusi pemikiran yang menempatkan betapa tokoh ayah penting dalam proses pengasuhan dan perkembangan anak. Tidak dapat diterima lagi anggapan yang menempatkan ayah hanya sebagai tokoh sekunder dalam mendidik anak. Tidak ada alasan yang kuat pula untuk menempatkan terlalu tinggi posisi ibu dalam perkembangan anak. Kini, sudah sangat diragukan pandangan yang membeda-bedakan posisi ayah dan ibu terhadabanyak anak.

Di Zaman modern ini, sudah banyak sekali teori tentang keayahan, yang tidak kalah dengan berbagai analisis tentang keibuan. Keduanya memang sama penting tetapi sorotan terhadap peran keayahan itu masih tergolong baru, maka timbul banyak pertanyaan yang masih perlu waktu untuk menjawabnya secara tuntans.


sumber : buku Psikologi Keayahan Drs. Save M. Dagun Penerbit Rineka Cipta

Jadwal Kegiatan Training Bina Grahita Mandiri

Pelaksanaan Mini Seminar "Menemukan Minat dan Passion Agar Sukses Dalam Berkarir Dan Berbisnis"

Bina Grahita Mandiri telah sukses melaksanakan kegiatan mini seminar dengan tema "Menemukan Minat dan Passion Agar Sukses Dalam Berkarir Dan Berbisnis".  Mini seminar ini telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 Nopember dengan Narasumber Nur Agustinus, S.Psi., M.Si.

Banyak nasihat yang mengatakan bahwa bekerjalah sesuai passion yang kita miliki. Steve Jobs juga mengatakan, “satu-satunya jalan untuk menghasilkan karya hebat adalah dengan mencintai apa yang Anda kerjakan.”  Anda harus menemukan apa yang Anda cintai. Konghucu juga mengemukakan, “Pilihlah pekerjaan yang kamu cintai dan kamu tidak akan pernah merasa harus bekerja seumur hidupmu.” Nampaknya, passion telah menjadi sebuah kunci utama dalam bekerja. Tapi, ada juga yang berpendapat sinis terhadap passion. Untuk apa harus mengikuti passion? Yang penting adalah kerja dan segera action. Namun Mike Rowe mengatakan: “Jangan hanya Follow Your Passion, tapi hiduplah di dalamnya.

Memang, tidak semua orang berhasil menemukan passion yang dimilikinya. Apakah passion itu sebenarnya?  Banyak orang mengartikan passion ini secara berbeda-beda. Ada yang menyebutkan bahwa passion adalah hobby yang menghasilkan. Passion adalah kombinasi antara kenikmatan, makna dan perasaan. Yang lain mengatakan passion adalah aktivitas yang paling kita cintai. Sementara ada juga yang menjelaskan passion adalah di mana kita akan mengorbankan segala hal untuk mencapai itu.

Menurut pandangan saya, passion adalah sesuatu yang membuat kita bergairah untuk melakukannya, memikirkan terus menerus dan mempunyai sebuah kekuatan emosional yang luar biasa. Dengan banyaknya pengertian tentang passion ini, orang sering mencampuradukkan antara passion dengan hobby. Ya, memang hobby adalah sebuah aktivitas yang kita sukai. Tapi seringkali kita terperangkap bila memaknai passion itu sama dengan hobby. Penting untuk disadari bahwa passion tidak sama dengan hobby. Lalu apa bedanya?

Hobby adalah kegiatan yang kita sukai dan dilakukan diwaktu senggang kita. Misalnya, saya punya hobby membaca, maka kegiatan membaca itu saya lakukan ketika saya memiliki waktu luang. Contoh lain, ada yang punya hobby berenang, mendagi gunung, menonton film, atau bermain musik. Nah apa bedanya dengan passion? Passion tidak dilakukan di waktu luang. Passion dilakukan terus menerus, tanpa henti mengusik pikiran kita akan hal tersebut. Jika Anda punya passion terhadap sesuatu, maka Anda akan memikirkannya siang dan malam. Anda akan melakukannya tanpa kenal lelah. Contoh yang sederhana, kalau Anda gandrung (cinta) dengan kekasih Anda, maka Anda juga akan memikirkannya terus dan tak mungkin merasa lelah ketika diminta untuk mendampinginya. Inilah bedanya dengan hobby. Hobby dilakukan di waktu senggang, sementara passion itu totalitas.
Persoalan yang sering dihadapi, jika passion itu membuat kita selalu memikirkannya, sementara dalam kehidupan sehari-hari kita tersibukkan oleh pekerjaan kita, maka lama kelamaan kita tidak ingat lagi apa yang menjadi passion kita. Kita akan bekerja sesuai tuntutan pekerjaan dan jika ada waktu luang, entar saat weekend, kita baru melakukan apa yang menjadi hobby kita, bukan passion kita.
Barangkali karena itu, ada orang yang kemudian merasa bahwa ajakan untuk mengikuti passion itu adalah sesuatu yang percuma. Memang, tidak mudah menemukan passion kita. Tidak mudah kita mencari apa yang membuat kita sangat jatuh cinta terhadap sesuatu. Yang terjadi adalah banyak yang kemudian mengira hobbynya adalah passionnya. Ketika itu kemudian menjadi pilihannya untuk bekerja atau berwirausaha, maka akan banyak masalah yang dihadapi. Ingat, hobby hanya sekedar dilakukan di waktu senggang. Belum tentu itu menarik jika dilakukan terus menerus. Hobby itu bersifat menyenangkan, passion belum tentu selalu menyenangkan karena passion membuat kita harus berjuang keras untuk melakukannya. Tapi, dengan passion, kita melakukannya tanpa merasa terpaksa. Ingat, dalam bahasa Inggris kuno, kata passion itu berarti penderitaan (suffering).

Nah, lalu apa yang harus kita lakukan? Kalau kita menyadari perbedaan antara hobby, minat dan passion, maka saran yang harus diingat adalah: ketika kita mencari passion kita, itu bukanlah menemukan apa yang kita sukai, namun melainkan di hal apa Anda siap menderita untuk terus melakukannya. Di sinilah akan muncul determinasi dengan sendirinya. Hobby tidak akan memunculkan determinasi.  Anda akan menemukan passion Anda, ketika Anda ingin melakukan hal itu dan terus menerus Anda tetap usahakan untuk lakukan. Tak peduli apa rintangannya, Anda akan tetap berusaha dan selalu berusaha mengerjakannya. Kalau Anda sudah menyerah, barangkali itu bisa menjadi tanda bahwa itu bukan passion Anda yang sebenarnya. (nur agustinus)





Mini Seminar "Meningkatkan Daya Ingat"

Pada masa dewasa ini sering dijumpai orang berkata lupa untuk suatu pekerjaan yang harus dikerjakannya. Atau juga orang sering lupa atas apa informasi yang didapatnya. Dan bahkan seorang pelajar bisa lupa materi yang dipelajarinya kemarin ketika ditanya oleh gurunya hari ini. Apakah sebenernya penyebab kita menjadi pelupa? Lalu bagaimana teknik meningkatkan daya ingat agar ingatan kita lebih efektif?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut Bina Grahita Mandiri akan mengadakan mini seminar yang  bertemakan "Teknik Meningkatkan Daya Ingat" dengan narasumber Susi Srinikusuma, S.Psi. 

Acara akan dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Nopember 2015 jam 13.00-16.00 di Bina Grahita Mandiri Jl. Krembangan Barat 31 Surabaya. 

Acara Mini Seminar "Kiat Menghadapi Wawancara"



Bina Grahita Mandiri telah sukses melaksanakan mini seminar pada hari Jumat, 6 Nopember 2015 dengan tema  "Kiat Menghadapi Wawancara". Narasumber dari mini seminar ini adalah Susi Srini Sukma S.Psi.

Tujuan dari mini seminar ini sebagai berikut
  • Mengetahui penyebab kegagalan pada saat sesi wawancara 
  • Mengetahui persiapan yang perlu dilakukan ketika menghadapi wawancara 

Wawancara kerja merupakan salah satu proses penting dalam melakukan rekrutmen dan seleksi karyawan.
Pada saat wawancara kerja, anda memiliki kesempatan untuk mengenal perusahaan / institusi dan institusi / perusahaan juga mengenal potensi anda dengan lebih rinci.Untuk itu manfaatkanlah sesi wawancara ini semaksimal mungkin agar kemungkinan diterima ditempat kerja lebih besar.


Tujuan perusahaan melakukan wawancara adalah untuk mengidentifikasi pelamar mana yang layak untuk diberikan penawaran kerja, menentukan apakah karakteristik pelamar cocok atau tidak dengan kualifikasi yang dibutuhkan dan mengetahui kepribadian pelama. Walaupun wawancara seperti mengobrol biasa tetapi sebenanrnya pada saat wawancara seorang pewawancara sudah menyiapkan runtutan pertanyaan dan memiliki penilaian terhadap orang yang diwawancara.Oleh karena itu sebagai pelamar, anda sebaiknya mampu berkomunikasi secara jelas dan sistematis, namun juga harus mampu menjadi pendengar yang aktif. 

Pelamar yang mengikuti sesi wawancara kerja dapat menjelaskan secara langsung mengenai keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang dimiliki. Disinilah saat terbaik untuk melakukan personal selling atau mempromosikan diri agar bisa meyakinkan perusahaan bahwa anda bisa memberikan kontribusi untuk perusahaan.

Namun demikian masih banyak yang gagal pada saat interview. Berikut hal-hal dibawah ini yang menjadi salahsatu penyebab pelamar gagal dalam proses interview atau wawancara :

  1. Anda kurang memiliki persiapan yang matang Tidak membawa salinan CV. atau tidak membawa dokumen yang menunjang anda untuk posisi yang dilamar. Contoh. Melamar sebagai designer namun tidak membawa contoh design yang pernah anda buat. 
  2. Tidak mencari infomasi mengenai perusahaan yang anda lamar Jika anda tidak berinisiatif untuk mencari informasi mengenai perusahaan yang anda lamar maka ada indikasi kalau anda belum siap untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.
  3. Gugup Jika anda gugup, biasanya anda akan melupakan hal-hal penting yang perlu anda informasikan dan cenderung menjawab sebisanya saja.
  4. Tidak mengucapkan terima kasih Tidak adanya ucapan terima kasih dari anda menunjukkan bahwa anda kurang menginginkan pekerjaan tersebut.  
  5. Meremehkan pewawancara Tidak mendengarkan apa yang ditanyakan dan menjawabnya secara asal. 
  6. Berfokus pada gaji bukan pada skill yang dimiliki Lebih menonjolkan gaji yang diminta tanpa mempertimbangkan apa yang dapat diberikan pada perusahaan.
  7. Terlalu menonjolkan diri Sombong dengan kemampuan yang dimiliki.
  8. Berdebat secara arogan Ketika pewawancara mengemukakan pendapatnya namun pelamar membalasnya dengan merasa pendapatnya paling benar.
  9. Bergunjing dengan sesama pelamar setelah selesai sesi wawancara Berkomentar negatif mengenai apa yang ditanyakan oleh pewawancara. 
  10. Mencoba menyuap atau mengancam pewawancara Berusaha menyuap atau mengancam pewawancara dengan berbagai alasan.
Selain hal yang diuraikan di atas ada juga penyebab kegagalan interview oleh bahasa tubuh yang kurang baik seperti berikut :

 Melipat tangan

Meletakan di dagu 

Tangan diletakan di belakang

Selanjutnya inti dari mini seminar ini adalah materi tentang kiat menghadapi wawancara yaitu sebagai berikut :

1. Persiapan
  • Anda sebaiknya mencari informasi mengenai instansi / perusahaan yang memanggil anda untuk wawancara. 
  • Cari informasi mengenai deskripsi pekerjaan yang anda lamar.
  • Kenali kompetensi yang anda miliki yang dapat memberikan kontirubusi bagi instansi / perusahaan.
  • Kembangkan keterampilan berkomunikasi.
  • Persiapkan diri anda untuk mengikuti psikotes dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan.
  •  Istirahat yang cukup sebelum pelaksanaan wawancara.
2. Hadir Tepat Waktu

  • Anda perlu memastikan bahwa anda telah mengetahui lokasi wawancara.
  • Datanglah 15 menit lebih awal. 
  • Bersikap ramah pada satpam atau resepsionis. 
3. Membawa Berkas Lamaran
  • Bawalah berkas lamaran anda dan dokumen pendukung serta pelajari CV yang sudah anda buat. 
  • Ketika wawancara, siapkan surat lamaran dan CV yang anda. 
  • Bawalah buku tulis dan alat tulis Jika instansi / perusahaan meminta anda untuk mengisi formulir maka isilah dengan rapi dan lengkap (hindari tidak mengisi formulir secara lengkap dengan alasan lupa). 
  • Hindari salah menyebut nama pewawancara. 
4. Penampilan

  • Pakailah pakaian yang bersih dan tidak bau. 
  • Hindari memakai kaos dan celana jeans. 
  • Sesuaikan model dan warna pakaian yang anda pakai. 
  • Jika menggunakan make-up maka gunakan yang soft agar tidak terlihat menor. 
  • Pastikan rambut, kuku, sepatu (sepatu tertutup), ikat pinggang, baju yang anda kenakan terlihat rapi. 
  • Hindari parfum dengan bau yang menyengat dan perhiasan yang berlebihan. 
5. Ciptakan Kesan Positif
  • Ketuk pintu sebelum masuk ke ruangan dan mintalah ijin sebelum anda duduk. 
  • Jaga sopan santun anda. 
  • Ingat posisi anda saat ini, apakah sedang melamar pekerjaan atau jalan-jalan atau bermain. 
  • Perhatikan pertanyaan pewawancara dan jawablah dengan jelas. 
  • Anda sebaiknya memberikan jawaban sesuai dengan pertanyaan yang diajukan. 
  • Bersikap percaya diri namun tidak terkesan angkuh. 
  • Jawablah pertanyaan yang diajukan secara jujur dan tidak berlebihan.
  • Bersikap tenang Hindari menggoyang-goyangkan kaki, memainkan alat tulis. 
  • Berfokus pada skill yang dapat anda berikan pada perusahaan. 
  • Sebaiknya hindari bertanya langsung mengenai gaji dan fasilitas yang akan anda terima, namun berfokuslah kalau anda memiliki skill yang dibutuhkan oleh perusahaan. 
  • Ucapkan terima kasih pada pewawancara setelah sesi wawancara anda selesai.  

Wawancara merupakan sesi yang penting bagi pelamar untuk mengkomunikasikan skill yang dimiliki. Kesiapan mental, etika, pengetahuan mengenai posisi dan perusahaan yang dilamar akan mendukung anda dalam menjalani sesi wawancara. 

Ikhlaslah dengan apa yang anda kerjakan dan jadikan diri anda pribadi yang berguna bagi orang lain.
foto-foto saat seminar berlangsung





Pengaruh Ketegangan dan Kecemasan terhadap Atlet


Ketegangan dan kecemasan dapat berpengaruh pada kondisi fisik mapun mental atlet yang bersangkutan. berikut ini merupakan perwujudan dari ketegangan atau kecemasan pada komponen fisik dan mental.

Pengaruh pada kondisi kefaalan
  • Denyut jantung meningkat. Artinya, atlet akan merasakan debaran jantung yang lebih keras atau lebih cepat.
  • Telapak tangan berkeringat. Misalnya atlet bulutangkis, tenis, atau tenis meja seringkali mengubah-ubah posisi tangan pada raket atau berusaha mengeringkan telapak tangan dengan cara menyekaya pada baju yang dikenakan.
  • Mulut kering yang mengakibatkan bertambahnya rasa haus.
  • Gangguan-gangguan pada perut atau lambung, baik yang benar-benar menimbulkan luka lambung maupun yang sifatnya seperti mual-mual.
  • Otot-otot pundak dan leher menjadi kaku. Kekakuan pada leher dan pundak ciri banyak ditemui pada penederita -penderita stres.
Pengaruh pada aspek psikis
  • Atlet menjadi gelisah.
  • Gejolak emosi naik turun. Artinya atlet menjadi sangat peka sehingga cepat bereaksi, atau sebliknya, reaksi emosinya menjadi tumpul.
  • Konstentrasi terhambat sehingga kemampuan berpikir menjadi kacau.
  • Kemampuan membaca permainan lawan menjadi tumpul.
  • Keragu-raguan dalam pengambilan keputusan. 
 Jika seorang atlet berada dalam kondisi kefaalan dan psikis seperti disebutkan di atas, tentu penampilannyapun akan ikut terganggu. Gangguan yang dialami oleh atlet adalah :
  • Irama permainan menjadi sulit dikendalikan.
  • pengaturan ketepatan waktu untuk bereaksi menjadi berkurang.
  • Koordinasi otot menjadi tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki. Misalnya sulit untuk mengatur. kekerasan atau kehalusan dalam menggunakan kontaksi otot-otot.
  • Pemakaian energi menjadi boros. Oleh karena itu, dalam kondisi tegang atlet akan cepat merasa lelah.
  • Kemampuan dan kecermatan dalam membaca permainan lawan menjadi berkurang.
  • Pengambilan keputusan menjadi cenderung tergesa-gesa dan tidak seusai dengan apa yang seharusnya dilakukan.
  • Penampilan saat sedang bermain menjadi dikuasai oleh emosi sesaat. Gerakan pun akan dilakukan tanpa kendali pikiran.
Daftar Pustaka
Gunarsa Singgih. 2004. Psikologi Olahraga Prestasi. Jakarta : Gunung Mulia.

Sejarah Psikologi Olahraga di Indonesia


Menurut Monty P. Satiadarma, dalam bukunya Dasar-dasar Psikologi  Olahraga (2000) dikemukakan sebagai berikut :


"Psikologi olahraga  di Indonesia merupakan cabang psikologi yang amat baru, sekalipun pada praktiknya kegiatan para psikologi di Indonesia telah berlangsung beberapa tahun lamanya. Secara resmi Ikatan Psikologi Olahraga (IPO) di Indonesia yang berada di bawah naungan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) baru dibentuk pada tanggal 24 Juli 1999 dan diketahui oleh Monty P. Satiadarma. 

Akan tetapi, psikolog singgih D. Gunarsa (d/h Go Ge Siong) bersama dengan psikolog Sudirgo Wibowo (d/h Ng Tjong Ping) telah memelopori kegiatan psikologi di dalam cabang olahraga bulutangksi sejak tahun 1967, dan sejak saat itu banyak atlet bulutangkis nasional yang memanfaatkan jasa psikolog dan ilmu psikologi dalam mencapai presetasi puncak mereka baik secara nasional maupun internasional. peran psikolog Singgih D. Gunarsa yang demikian dalam memelopori tumbuhnya psikologi olahraga di tanah air terus berlanjut selama lebih kurang dua dekade secara sendirian. Sekalipun ada beberapa psikolog lain yang sesekali turut memberikan sumbangan ilmu kepada dunia olahraga di tanah air, hanya Singgih D. Gunarsa-lah yang secara resmi dan berkesinambungan tercatat aktif berperan memberikan jasa psikologinya bagi keolahragaan di Indonesia."


Kesadaran mengenai betapa pentingnya faktor psikologis, faktor mental, sayangnya tidak disertai dengan tersedianya tenaga khusus yang telah mempelajari bidang baru tersebut secara formal. Pribadi-pribadi yang menyadari hal tersebut belajar sendiri dari buku, kepustakaan, mengikuti seminar dan pertemuan-pertemuan internasional, disamping belajar dari pakar-pakar dalam bidang ini. Tercatatlah nama-nama Dra. Ny. Saparinah Sadli (sekarang Prof. Dr. Saparinah Sadli) dan Dra. Ny. Suprapti Sumarmo Markam (sekarang Prof Dr. Suprapti Sumarmo Markam) keduanya pernah menangani atlet-atlet bulutangkis wanita yang dipersiapkan untuk perebutan piala Uber tahun 1970-an. Kemudian tercatatlah nama-nama Monty P. satiadarma, Yohannes Rumeser, Myrna R. Soekasah, Yoanita Nasution, Enoch Markum, Aryati Prawoto, Wismaningsih, Surastuti Nurdadi, Rosa Hertamina, Feisal, Wardhani, Gunawan dan Latief.

Empat Orang Tokoh Internasional dalam bidang psikologi Olahraga pernah didatangkan ke Indonesia. Utamanya tentu agar mengucurkan pengetahuan mereka dalam bidang psikologi Olahraga kepada semua. Menjelaskan mengenai pentingnya peranan psikologi untuk olahraga kepada para petinggi dalam bidang loahraga Indonesia, disamping juga berfungsi merangsang para psikolog Indonesia untuk mempelajari dan mengembangkan Psikolog Olahraga. Menyadari hal ini pada tahun 1992 FBSI mendatangkan Robert N. Singer, Mantan Presiden Internasional society for sport Psychology, dari University of florida. Tahun 1995, Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara, mengundang diater Heckfort (dari University of Munch, Jerman) dan Lars-Eric Unestahl (dari University Of Orebro Swedia ) dan terakhir Daniel Gould (dari University of North Caroline, Greensbor, Amerika) seorang tokoh Psikologi Olahraga Amerika yang banyak peranannya dalam mempersiapkan atlet-atlet Amerika ke Olimpiade. Daniel Gould, khusus didatangkan oleh fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara pada tahun 1997, yang juga memberikan ceramah kepada para pelatih dan pejabat-pejabat teras Koni Pusat dalam rangka persiapan menjelang SEA Games.

Daftar Pustaka
Gunarsa Singgih. 2004. Psikologi Olahraga Prestasi. Jakarta : Gunung Mulia.

Mini Seminar "Menemukan Minat dan Passion Agar Sukses Dalam Karier dan Bisnis"

Dalam berkarir dan berbisnis kita perlu menemukan minat dan passion agar bisa lebih mudah meraih kesuksesan. Bina Grahita Mandiri akan membantu anda dalam menemukan minat dan passion agar sukses dalam karier dan bisnis melalui  mini seminar bersama Nur Agustinus, pada hari Sabtu, 7 Nopember 2015 pukul 13.00-16.00 WIB.

Mini Seminar "Kiat Menghadapi Wawancara Penerimaan Kerja"

Mengikuti wawancara kerja perlu dipersiapkan dengan baik. Banyak yang gagal saat proses wawancara ini. Ikuti seminar bersama Susi Srinisukma, S.Psi. untuk mendapatkan kiat-kiat khusus menghadapi wawancara kerja, pada hari Jumat, 6 Nop 2015.

Meningkatkan Kemampuan Anak Melalui Modalitas Belajar


Mini seminar yang diadakan oleh Bina Grahita Mandiri dengan tema "meningkatkan kemampuan anak melalui modalitas belajar" telah sukses dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2015. Berikut ulasan tentang materi yang disampaikan juga proses jalan seminar termasuk didalamnya keseruan saat berlangsungnya  t games yang berkaitan dengan modalitas belajar.


Ulasan Materi 
Menurut Ernest R. Hilgard dalam (Sumardi Suryabrata, 1984:252) belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. Dari pengertian ini bisa disimpulkan bahwa belajar itu tidak hanya dibangku sekolah atau hanya jika berhubungan dengan akademik, tetapi belajar bisa mengenai apa saja dan dimana saja.

Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda, Dalam buku Quantum Learning dipaparkan 3 modalitas belajar seseorang yaitu : “modalitas visual, auditori atau kinestetik (V-A-K). Walaupun dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modlaitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya”. Menurut Fleming dan Mills (1992), gaya belajar merupakan kecenderungan siswa untuk mengadaptasi strategi tertentu dalam belajarnya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar di kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran.

1. Visual (belajar dengan cara melihat)
Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.

Ciri-ciri gaya belajar visual :
  • Bicara agak cepat. 
  • Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi. 
  • Tidak mudah terganggu oleh keributan. 
  • Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar. 
  • Lebih suka membaca dari pada dibacakan. 
  • Pembaca cepat dan tekun. 
  • Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata. 
  • Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato. 
  • Lebih suka musik dari pada seni. Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :
  • Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta. 
  •  Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
  • Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
  • Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
  • Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.
2. Auditori (belajar dengan cara mendengar)

Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara, berbicara sedang- sedang saja. Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.

Ciri-ciri gaya belajar auditori :
  • Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri
  • Penampilan rapi
  • Mudah terganggu oleh keributan
  • Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
  • Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
  • Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
  • Biasanya ia pembicara yang fasih
  • Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
  • Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
  • Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
  • Berbicara dalam irama yang terpola
  • Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :

  • Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga. 
  • Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras. 3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
  • Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
  • Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.

3. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)
Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :
  • Berbicara perlahan 
  • Penampilan rapi 
  • Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
  • Belajar melalui memanipulasi dan praktek
  • Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  • Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
  • Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
  • Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
  • Menyukai permainan yang menyibukkan
  • Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu 
  • Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:
  • Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
  • Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
  • Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
  • Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
  • Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik. 
Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda.

Kesimpulan
Gaya belajar seseorang berbeda-beda sehingga perlu digunakan teknik yang bervariasi untuk mengoptimalkan proses belajar. Seseorang yang dapat mengenali gaya belajarnya dapat menjadikan belajar dan berkomunikasi dengan lebih mudah.

Games yang berkaitan dengan Modalitas Belajar

 Game kata berantai
Game ini bertujuan untuk mengetahui gaya belajar dari peserta, aturan mainnya adalah peserta 1 akan diberi satu kalimat untuk dihafal dalam waktu yang terbatas, kemudian peserta 1 menyampaikan kalimat tersebut secara lisan kepada peserta 2 seterusnya peserta 2 menyampaikan secara lisan kepada peserta 3. Kalimat yang diberikan adalah berupa puisi.

Seperti disebut di atas tujuan game diatas untuk mengetahui gaya belajar. berikut cara mengetahui gaya belajar peserta dengan game ini.
  1. Jika peserta cenderung  gaya belajarnya visual maka peserta akan menyampaikan satu kalimat puisi ini tanpa ada intonasi nada sehingga akan sulit untuk memahami makna dari kalimat puisi tersebut.
  2. Jika peserta cenderung gaya belajarnya auditory maka peserta akan menyampaikan kalimat puisi tersebut dengan intonasi nada sehingga mudah difahami makna dari kalimat puisi tersebut.
  3. Jika peserta cenderung gaya belajarnya kinestetik maka peserta akan menyampaikan kalimat puisi tersebut disertai gerakan.
 game kinestetik
Seperti game pertama game ini juga bertujuan untuk mengetahui kecenderungan gaya belajar peserta. aturan mainnya adalah peserta harus merangkai 4 buah pensil dengan menggunakan tali menjadi sebuah bentuk plus atau tambah. Siapa yang paling cepat selesai merangkai pensil tersebut menjadi bentuk tambah maka dia pemenangnya.

Hasil dari game ini peserta 1 berhasil merangkai pensil menjadi bentuk tambah dengan waktu yang lebih cepat sementara peserta 2 gagal menyelesaikan game ini karena bentuk yang dirangkai tidak sesuai.

kesimpulan dari game ini adalah, peserta satu memiliki gaya belajar kinestetik karena cekatan dalam memainkan game yang menggunakan gerakan. sementara peserta dua cenderung gaya belajarnya visual karena gagal menyelesaikan game dan juga salah mengartikan instruksi lisan dari game ini, hal ini berkaitan dengan ciri-ciri gaya belajar visual adalah lebih mudah memahami sesuatu hal melalui membaca tulisan daripada mendengarkan instruksi secara lisan.