sejarah perkembangan ilmu psikologi di indonesia


Psikologi diperkenalkan pertama kali oleh Slamet Iman Santoso, Profesor psikiatri di fakultas kedokteran Universitas Indonesia. Pada pidato pengukuhannya sebagai profesor beliau menceritakan pengalamannya dengan pasien - pasiennya yang kebanyakan anggota militer dan pegawai  pemerintah yang mengalami gangguan psikomatis karena tidak mampu menjalani pekerjaan barunya setelah Indonesia beralih dari pemerintahan kolonial pada tahun 1950, Menurut Slamet psikiatri membutuhkan ilmu psikologi untuk menjelaskan potensi - potensi manusia guna menyeleksi orang yang tepat untuk posisi tepat (the right man on the right place).

setelah pidato tersebut diadakan pelatihan di Universitas Indonesia terhadap para asisten psikolog dan beberapa tahun kemudian kursus tersebut menjadi jurusan psikologi di fakultas kedoketeran Universitas Indonesia. Slamet ditunjuk sebagai ketua jurusan tersebut, Psikolog yang pertama kali lulus adalah Fuad Hasan pada tahun 1958. pada tahun 1960, Departemen psikologi tersebut berdiri sendiri menjadi fakultas Psikologi dengan Slamet sebagai Dekan pertama dan selanjutnya digantikan oleh Fuad Hasan pada tahun 1970-an (selain menjadi guru besar dan dan dekan fakultas psikologi Universitas Indonesia Fuad Hasan kemudian menjadi duta besar dan menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Sementara Itu di tahun 1950-an terdapat juga beberapa psikolog yang dikirim oleh TNI dan pemerintah untuk menjalani pendidikan psikologi di Belanda dan Jerman. Sekembalinya dari Pendidikan mereka yang dikirim oleh TNI ditempatkan di pusat psikologi angkatan darat dan angkatan udara di Bandung. Sedangkan yang lainnya ditempatkan di Jakarta dan menjadi Staf  di  Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Para Psikolog yang ditempatkan di Bandung kemudian mendirikan Fakultas Psikologi di Universitas Padjajaran pada tahun 1961.

Pada tahun 1964, Fakultas Pendidikan Universitas Gadjah Mada berdiri sendiri menjadi Institut Pengajar dan Pendidikan Yogyakarta. Namaun Jurusan Psikologi yang terdapat di dalam Jurusan tersebut memilih untuk tetap di Universitas Gadjah Mada dan kemudian menjadi fakultas Psikologi di Universitas Gadjah Mada.

Universitas ke empat yang memiliki Fakultas Psikologi adalah Universitas Airlangga di Surabaya, pada awalnya ilmu psikologi merupakan bagian dari ilmu-ilmu sosial hingga pada tahun 1992 berkembang menjadi fakultas psikologi. Sebagian besar staff pada awalnya merupakan alumni dari Universitas Gadjah Mada.

Hingga saat ini, telah menjamur berbagai fakultas psikologi di berbagai universitas yang ada di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Uniknya, tak ada jurusan-jurusan dalam psikologi.
Jadi, psikologi berdiri sendiri sebagai fakultas psikologi. Sejarah psikologi Indonesia lebih pendek dibandingkan dengan sejarah psikologi Barat (Eropa dan Amerika).


Pada Awalnya psikologi di Indonesia dikaitkan erat dengan Psikologi Klinis, Psikoanalisis dan banyak teknik proyeksi serta tes IQ untuk tujuan Psikodiagnostik. Namun sejak tahun 1960-an behaviorisme menjadi lebih populer dengan adanya konstruksi tes dan metode-metode kuantitatif. Saat ini walaupun metode kuantitatif yang digunakan, namun banyak pula yang menggunakan metode kualitatif untuk menganalisa.

Psikologi di Indonesia saat itu distandarisasi dan dibawah kontrol  departmen pendidikan Nasional. Ijin praktek untuk para Psikolog berada dibawah kontrol HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia) dan departemen tenaga kerja. Dengan demikian psikologi di Indonesia harus sesuai dengan kerangka yang telah ditetapkan oleh pemerintah. HIMPSI sendiri sejak tahun 1998-1999 sudah mempunyai beberapa divisi antara lain, Ikatan Psikologi Sosial (IPS) dan Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO)






sumber :
http://www.psikologiku.com